metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
HEADLINE

Petani Madiun Resah, Tebus Pupuk Subsidi Wajib Beli Pupuk Organik‎

metrotv 18 September 2026
Share
2 Min Read

Madiun, Metrotvjatim.com – Kewajiban membeli pupuk organik saat menebus pupuk bersubsidi jenis Phonska maupun urea di Kabupaten Madiun, Jawa Timur dikeluhkan para petani. Pasalnya, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli pupuk organik tersebut.
‎
‎Bahkan petani resah saat pupuk organik yang diwajibkan tersebut ternyata harganya tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Setiap zak pupuk organik kemasan 40 kg itu dijual dengan harga Rp 30 ribu. Sementara HET nya Rp 25.600.
‎
‎Seorang petani asal Desa Sumberejo, Kecamatan Madiun, berinisial SRT, menyampaikan keluhannya karena setiap musim tanam tiba, dirinya mendapatkan kuota pupuk bersubsidi sebanyak 8 zak kemasan 50 kg. Satu zak pupuk bersubsidi itu harganya Rp 110 ribu.
‎
‎Seiring dengan itu, setiap pengambilan 8 zak pupuk bersubsidi itu, ia diwajibkan membeli 2 zak pupuk organik kemasan 40 kg dengan harga Rp 60 ribu. Menurut SRT, tak jarang pupuk organik yang sudah dibeli itu oleh sebagian petani tidak dimanfaatkan.
‎
‎”Organik itu wajib dibeli. (Kalau gak beli organik gak boleh Nebus pupuk Urea tau Phonska), gak boleh, pokoknya wajib beli, kalau gak gitu kan gak laku (pupuk organiknya),” ujar SRT, saat sedang memupuk di sawahnya, Jumat (18/9/2026).
‎
‎Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Zainul Arifin, saat dikonfirmasi sedang tidak ada dikantor. Dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, yang bersangkutan enggan memberikan penjelasan.
‎
‎ “Senin saja ya mas dikantor. Maaf saat ini sedang rapat di puspem (Pusat Pemerintahan),” kata Zainul melalui pesan singkat, Jumat (18/9/2026).
‎
Fenomena keresahan petani di Kabupaten Madiun ini seolah bertolak belakang dengan ‎harapan pemerintah pusat yang memberikan keringan kepada para petani melalui pupuk bersubsidi yang dipatok dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) namun nampaknya belum bisa dirasakan oleh petani.

Baca Juga:  Penyelundupan 10 ton pupuk bersubsidi dibongkar polres ngawi, harga het 80 ribu dijual 200 ribu perkarungnya

Meraka masih dibebani biaya tambahan membeli pupuk organik dan biaya angkut untuk mendapatkan pupuk bersubsidi tersebut. (Iya)

SHARE NOW
TAGGED: madiun, Petani, Pupuk Organik, pupuk subsidi
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

Warga Serbu Gerakan Pangan Murah Yang Digelar Oleh Pemkot Surabaya.
7 Oktober 2026
Wanita Gresik Diduga Diperas DC Pinjol, Diancam Sebar Foto Porno Hasil Editan
7 Oktober 2026
Tim Tabur Kejari Surabaya Tangkap Terpidana Kasus Fidusia di Gorontalo
7 Oktober 2026
Rabu Sore, Rupiah Ditutup Naik 0,07% ke Level Rp17.887/USD
7 Oktober 2026
Mantan Pengurus Perbakin Surabaya Divonis 2 Tahun, Terbukti Cabuli Atlet Dibawah Umur
7 Oktober 2026

MOST POPULAR

EKONOMI

Kopi Nusantara Ukopia Buka Ruang Belajar, Kembangkan Potensi Anak Muda

HEADLINE

Santri Korban Kekerasan Seksual di Ponpes Pasuruan Jalani Pemeriksaan di Polda Jatim

HEADLINE

DLH Jombang Pastikan Izin PT JPN untuk Gudang, Bukan Produksi

HEADLINE

Rekam Jejak Irjen Dekananto Kapolda Jatim yang Baru

LAINNYA

Mantan Pengurus Perbakin Surabaya Divonis 2 Tahun, Terbukti Cabuli Atlet Dibawah Umur

7 Oktober 2026

Polres Probolinggo Kota Amankan Ayah Kandung Pelaku Kekerasan Seksual Anak

7 Oktober 2026

Febrie Adriansyah Jalani Sidang Kasus TPPU

7 Oktober 2026

200 Butir Amunisi Hendak Diselundupkan ke Papua Nugini, Polisi Buru Pemasok

7 Oktober 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?