metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
HEADLINE

Karhutla TNBTS, Api di Jemplang Mulai Terkendali

metrotv 14 September 2026
Share
4 Min Read
Petugas melakukan pemadaman kebakaran lahan TNBTS. Foto: istimewa

Kabupaten Malang, Metrotvjatim.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memasuki hari kedua penanganan. Sejumlah titik api di wilayah Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, berhasil dikendalikan, namun petugas masih menemukan titik api dan kepulan asap di kawasan hutan.

Hingga Minggu (13/9/2026) sore, tercatat tiga lokasi di kawasan TNBTS yang masih terpantau memiliki aktivitas kebakaran. Dua titik berada di wilayah Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, sedangkan satu titik berada di wilayah Jemplang, Kabupaten Malang.

“Penanganan masih terus dilakukan. Petugas melakukan pemadaman, pembasahan dan monitoring di titik-titik yang masih mengeluarkan asap maupun api,” kata Kasihumas Polres Malang AKP M Budiono, Senin (14/9/2026).

Di wilayah Kabupaten Malang, satu titik api masih terlihat di Blok Painem, kawasan hutan Pos Jemplang. Lokasinya berada di lereng atau bukit yang curam sehingga sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.

Baca Juga:  Selundupkan Sabu dalam Nasi Padang untuk Napi Rutan Sumenep

Kondisi medan tersebut membuat pemadaman di titik itu membutuhkan peralatan khusus, seperti drone water sprayer atau helikopter untuk melakukan water bombing.

Sementara itu, titik api di kawasan Tracking Jalur Leluhur, Desa Ngadas, berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.30 WIB. Petugas kemudian kembali ke Pos Jemplang untuk melakukan evaluasi dan tetap bersiaga mengantisipasi munculnya api kembali.

Sebelumnya, petugas gabungan melakukan pemadaman manual di sejumlah lokasi menggunakan water sprayer dan hydran portable. Karena medan tidak dapat dijangkau kendaraan roda empat, sebagian petugas harus menggunakan sepeda motor dan berjalan kaki menuju titik api.

“Setelah api berhasil dipadamkan, bukan berarti penanganan selesai. Petugas tetap melakukan pendinginan dan pemantauan karena masih ada beberapa lokasi yang berasap dan berpotensi menimbulkan api kembali,” jelas Budiono.

Baca Juga:  Bahlil Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketum Golkar

Proses pendinginan masih dilakukan di Blok Batengan, Blok Painem dan Blok Kentongan oleh petugas BPBD bersama TNBTS.

Adapun tiga lokasi yang masih dipantau yakni Blok Jantur atau B29 di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, yang terlihat mengeluarkan kepulan asap hitam. Kemudian Blok Watangan, juga di Sukapura, yang masih terlihat kepulan asap putih dan nyala api.

Satu lokasi lainnya berada di Blok Painem, wilayah Jemplang, Desa Ngadas. Di lokasi tersebut masih terlihat kepulan asap putih. Kawasan ini juga berada di sekitar perbatasan dengan wilayah Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Polres Malang bersama TNI, BPBD, TNBTS, Manggala Agni, LMDH dan unsur masyarakat masih menempatkan personel di Pos Jemplang. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan titik api sekaligus mengantisipasi penyebaran kebakaran.

Baca Juga:  Polres Probolinggo Kerahkan Personil dan Mobil Modifikasi Padamkan Karhutla Bromo

Di tengah proses penanganan, Wakapolres Malang Kompol Fahmi Amarullah bersama pejabat Polres Malang dan unsur Muspika Poncokusumo juga meninjau lokasi karhutla. Rombongan turut memberikan bantuan sembako kepada BPBD Kabupaten Malang dan masyarakat yang tergabung dalam Elemen Masyarakat Peduli Api Desa Ngadas.

Budiono mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk tidak mendekati kawasan yang masih terbakar maupun berasap. Hingga Minggu petang, Petugas gabungan masih bersiaga di Pos Jemplang. Perkembangan kondisi kebakaran akan terus dipantau untuk memastikan api tidak kembali meluas.

“Kami minta masyarakat tidak mendekati titik kebakaran. Selain kondisi medan yang berbahaya, hal itu juga dapat mengganggu petugas yang sedang melakukan pemadaman dan pemantauan,” ujarnya. (Aga)

SHARE NOW
TAGGED: Karhutla TNBTS, Kebakaran Bromo, Polres Malang
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

Hari ke-8 Pencarian 5 Jurnalis: Operasi Diperluas di Perairan Sekitar Anak Krakatau
15 September 2026
Pengakuan Korban KM Virgo Transport 8: Nakhoda Tinggalkan Penumpang saat Kapal Miring
15 September 2026
Harga Emas Antam Turun, Dibanderol Rp2,5 Jutaan/Gram Hari Ini
15 September 2026
Selasa Pagi, Rupiah Stabil di Level Rp17.667/USD
15 September 2026
Hari Ke-7 Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda: 18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan
14 September 2026

MOST POPULAR

HANKAM

TNI Kerahkan 80.026 Prajurit Tangani Karhutla

HEADLINE

Penyeberangan Ketapang Normal, Antrian Truk tidak Terlihat

HEADLINE

Polres Malang Distribusikan 4.000 Liter Air Bersih ke Warga Terdampak Kekeringan

NASIONAL

Tantrum hingga Pukul Ibu Setiap Hari, Bocah 14 Tahun di Gresik Dijemput Kapolres dan Ipda Purnomo

LAINNYA

Hari ke-8 Pencarian 5 Jurnalis: Operasi Diperluas di Perairan Sekitar Anak Krakatau

15 September 2026

Pengakuan Korban KM Virgo Transport 8: Nakhoda Tinggalkan Penumpang saat Kapal Miring

15 September 2026

Dua Warga Blitar Menjadi Penumpang Kapal Virgo 8 yang Tenggelam

14 September 2026

Karhutla Melanda Tujuh Pegunungan, Polda Jatim Siaga Penuh

14 September 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?