Jombang, metrotvjatim.com — Berhadapan dengan wartawan kerap bikin gentar sebagian pejabat publik, kepala desa, hingga guru. Menepis kecanggokan itu, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Majapahit Pokja Jombang menggelar seminar “Memahami Peran Media dan Produk Pers” di Green Red Hotel Jombang, Kamis, 13 Agustus 2026.
Sebanyak 100 peserta dari latar belakang pendidik, perangkat desa, birokrat Pemkab Jombang, hingga aparat penegak hukum berkumpul. Mereka dibekali batasan hak, kewajiban, serta pemahaman mendasar untuk membedakan liputan jurnalistik sahih dengan manuver oknum tak profesional.
Ketua IJTI Korda Majapahit Pokja Jombang, Amir Zakky, menegaskan bahwa pemahaman atas kerja jurnalistik tak boleh monoton hanya milik jurnalis. Narasumber butuh bekal agar komunikasi tak tersumbat rasa curiga.
”Kami ingin memberikan pemahaman, mana produk pers yang benar dan mana yang tidak profesional,” kata Amir.
Perspektif senada dituturkan Ketua IJTI Korda Majapahit, Moh Syafiudin. Ia membedah mekanisme kerja jurnalis sekaligus membagikan resep menghadapi wartawan. Narasumber, menurut dia, tak perlu menghindar apalagi panik jika mengerti hak-haknya.
Asisten Administrasi Umum Setdakab Jombang, Syaiful Anwar, menyambut hangat inisiatif ini. Mewakili Bupati, Syaiful menilai ruang edukasi ini krusial demi membangun relasi sehat sesuai amanat UU Pers.
Dari sudut pandang hukum, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Magribi Agung Saputra mewanti-wanti peserta agar jeli membedakan produk pers sah dengan tulisan asal-asalan. Pembedaan ini menentukan langkah saat terjadi sengketa pemberitaan.
”Jangan langsung gusar ketika didatangi wartawan. Pahami dulu apakah tulisan tersebut merupakan produk jurnalistik atau bukan, karena ada konsekuensi dan mekanisme penyelesaian yang berbeda,” ujar Magribi.
Melengkapi diskusi, Kasubsi II Intelijen Kejari Jombang Miftahul Amin menggarisbawahi pentingnya keterbukaan informasi publik yang tetap bersandar pada koridor hukum masing-masing instansi.
Seminar yang berlangsung cair dan interaktif ini diharapkan dapat mengikis persepsi miring terhadap media. IJTI Majapahit menargetkan terbangunnya ekosistem komunikasi yang terbuka, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan di Jombang.

