Jombang, Meteotvjatim.com : Aktivis lingkungan dari Perhimpunan Mitra Bumi, Muhammad Djali, mendesak Pemerintah Kabupaten Jombang meninjau kembali izin berdirinya PT Jombang Pangan Nusantara (JPN).
Desakan ini muncul pasca bau limbah pabrik mengganggu kegiatan belajar di SMPN 4 Jombang. Djali menilai, pemberian izin tersebut mengandung tiga kejanggalan mendasar.
Pertama, lokasi pabrik berdekatan langsung dengan tempat kegiatan belajar mengajar. Kedua, pengelolaan IPAL diduga dibangun seadanya sehingga limbah mengalir sampai ke saluran irigasi.”Ketiga, sama sekali tidak ada sosialisasi kepada warga yang tinggal di sekitar,” ujar Djali, Selasa (29/9/2026).
Djali yang juga pimpinan harian organisasi itu, mendorong aparat penegak hukum melakukan penyelidikan menyeluruh keberadaan pabrik tersebut.
“Kami meminta APH jangan hanya tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan UMKM, tetapi juga berani menindak perusahaan besar seperti ini dan perusahaan-perusahaan besar lainnya,” tegasnya.
Sebelumnya, bau menyengat limbah cair pengolahan ayam milik PT JPN membuat siswa SMPN 4 Jombang banyak mual hingga muntah.
Sekolah akhirnya memutuskan mengalihkan pembelajaran ke sistem daring.Pemilik PT JPN, telah mendatangi sekolah untuk meminta maaf.
Mereka mengakui kelalaian pekerja. “Kami segera mengerahkan truk sedot limbah, menyemprot cairan penghilang bau. Proses pencucian ayam akan dipindahkan ke tempat lain dan tidak dilakukan lagi di sini,” kata Atta.
Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Pendidikan Jombang telah melakukan inspeksi mendadak ke lokasi. Pemilik dijumpai di tempat, namun belum memberikan keterangan resmi dan menolak didokumentasikan. (Amz)

