Tulungagung, metrotvjatim.com : Menjelang Hari Raya Idulfitri, para penjahit permak kaki lima di Tulungagung kebanjiran pesanan. Tradisi mengenakan baju baru saat Lebaran membuat banyak warga memilih mempermak pakaian agar lebih pas dan nyaman dipakai. Momen ini pun menjadi berkah tersendiri bagi para penjahit karena pesanan meningkat hingga lebih dari 50 persen.
Deru kendaraan, suara klakson, serta bunyi mesin jahit menjadi pemandangan sehari-hari di emperan toko sepanjang Jalan Adi Sucipto Tulungagung. Para penjahit kaki lima tampak sibuk menyelesaikan berbagai pesanan permak pakaian menjelang Lebaran.
Jika pada hari biasa para penjahit hanya mengerjakan sekitar 10 potong pakaian per hari, kini jumlahnya meningkat hingga sekitar 25 potong per hari. Banyaknya pesanan bahkan membuat sebagian penjahit kewalahan, hingga terpaksa menolak orderan yang membutuhkan waktu pengerjaan lebih lama.
Harga jasa yang terjangkau serta pengerjaan yang relatif cepat menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan. Tak sedikit konsumen yang rela menunggu di lokasi hingga pesanan mereka selesai dikerjakan.
Untuk biaya permak pakaian seperti memotong celana, mengecilkan atau membesarkan ukuran pakaian, hingga memasang resleting, tarifnya bervariasi mulai dari Rp10 ribu hingga Rp35 ribu, tergantung tingkat kesulitan pengerjaannya.
Meski pesanan meningkat tajam, para penjahit mengaku tidak menaikkan tarif jasa mereka. Hal ini karena sebagian besar pelanggan sudah mengetahui kisaran harga yang biasa dikenakan. Selain itu, para penjahit juga tidak saling berebut pelanggan karena kebanyakan konsumen sudah memiliki penjahit langganan masing-masing.

