Trenggalek, metrotvjatim.com : Kementerian Sosial Republik Indonesia menyoroti masih tingginya ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial. Sekitar 45 persen bansos, baik sembako maupun Program Keluarga Harapan, disebut belum tepat sasaran. Pemerintah pun kini melakukan verifikasi serta pemutakhiran data agar bantuan lebih efektif dan tepat guna.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan hal tersebut saat berada di Pendapa Manggala Praja Nugraha. Ia menegaskan bahwa persoalan ini menjadi perhatian serius pemerintah, sehingga pembenahan terus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dan pembaruan data penerima bantuan.
Pemerintah juga mengoptimalkan penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik. Proses pemutakhiran data ini melibatkan berbagai pihak mulai dari operator desa, RT/RW, kepala desa, pendamping PKH, hingga dinas sosial di daerah.
Perubahan kondisi masyarakat yang dinamis, seperti kelahiran, kematian, hingga perubahan status ekonomi, menjadi tantangan utama dalam menjaga akurasi data penerima bansos.
Pemerintah berharap kolaborasi antarinstansi serta partisipasi masyarakat dapat memperkuat pengawasan, sehingga penyaluran bantuan sosial ke depan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

