Makkah, metrotvjatim.com : Tim Layanan Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas Sektor 5 Daerah Kerja (Daker) Makkah mencatat berbagai capaian dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Pelayanan dilakukan sejak fase kedatangan jemaah di Arab Saudi hingga pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Pelayanan difokuskan untuk memastikan jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tetap memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan. Sebelum operasional dimulai, petugas melakukan pemeriksaan kelayakan hotel, termasuk memastikan tersedianya kamar mandi ramah lansia, jalur kursi roda, handrail, lift yang aman, hingga akses evakuasi.

Saat jemaah tiba di Makkah, petugas melakukan pendataan dan pemetaan jemaah lansia, disabilitas, serta kelompok berisiko tinggi. Pendampingan diberikan sejak turun dari bus menuju kamar hotel, termasuk penyediaan kursi roda bagi jemaah dengan keterbatasan mobilitas.
Pada pelaksanaan umrah wajib, tim juga mengoordinasikan layanan kursi roda resmi di Masjidil Haram melalui Sektor Khusus. Setiap jemaah dibekali Kartu Kendali sebagai bentuk perlindungan agar menggunakan jasa pendorong resmi dan terhindar dari praktik penipuan.

Menjelang puncak ibadah haji, petugas bersama tim kesehatan rutin melakukan kunjungan ke kamar jemaah untuk memantau kondisi kesehatan sekaligus menyiapkan peserta Safari Wukuf Lansia, layanan murur, dan tanazul bagi jemaah yang memenuhi kriteria.
Selama fase Armuzna, pengawasan dilakukan secara intensif melalui koordinasi antara petugas lansia, tenaga kesehatan, dan petugas kloter. Tim juga menyiagakan kursi roda di sejumlah titik strategis serta memastikan fasilitas di maktab tetap ramah bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas.

Meski demikian, evaluasi lapangan masih menemukan sejumlah kendala. Di antaranya keterbatasan pendorong kursi roda yang mampu berbahasa Indonesia, maraknya jasa dorong ilegal di sekitar Masjidil Haram, tingginya ketergantungan sebagian jemaah lansia terhadap pendamping, serta keterbatasan jumlah kursi roda pada masa puncak pelayanan.
Selain itu, program kunjungan berkala ke kamar jemaah dinilai sangat efektif sebagai sistem deteksi dini terhadap penurunan kondisi kesehatan maupun gangguan psikologis sehingga direkomendasikan menjadi prosedur tetap pada penyelenggaraan haji berikutnya.
Sebagai tindak lanjut, Sektor 5 Daker Makkah mengusulkan sejumlah rekomendasi, antara lain pembentukan petugas khusus layanan dorong gratis bagi lansia dan disabilitas, optimalisasi penggunaan Golf Car resmi di Masjidil Haram melalui akses Terminal Ajyad, penambahan kursi roda di tingkat sektor, penguatan sistem pendampingan berbasis buddy system, serta digitalisasi identitas jemaah menggunakan QR Code untuk mempermudah proses pencarian apabila jemaah mengalami disorientasi.
Melalui berbagai evaluasi tersebut, layanan haji ramah lansia diharapkan semakin inklusif, aman, dan mampu memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah berkebutuhan khusus pada musim haji mendatang.

