Jakarta: Pergerakan harga emas dunia (XAUUSD) diperkirakan berpeluang menguat pada perdagangan Rabu, 29 Juli 2026. Hal ini setelah muncul sejumlah sinyal teknikal yang mengindikasikan potensi pembalikan arah dalam jangka pendek.
Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, momentum bearish yang sebelumnya mendominasi mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan, sehingga membuka ruang bagi emas (XAUUSD) untuk melanjutkan kenaikan apabila didukung oleh sentimen pasar yang positif.
“Kombinasi pola grafik dan indikator teknikal memberikan sinyal awal buyer mulai kembali mengambil kendali pasar,” kata Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 Juli 2026.
Menurut analisis Dupoin Futures, pergerakan emas (XAUUSD) pada time frame H1 membentuk pola Double Bottom, yang dikenal sebagai salah satu pola pembalikan arah (reversal) dari tren bearish menuju bullish. Pola tersebut umumnya muncul setelah harga mengalami tekanan jual dalam periode tertentu dan mulai menemukan area support yang cukup kuat untuk menahan penurunan lebih lanjut.
“Dalam kondisi saat ini, Dupoin Futures melihat pola tersebut menjadi sinyal tekanan dari pihak penjual mulai berkurang, sementara minat beli perlahan kembali meningkat,” ujar dia.
Geraldo menjelaskan, konfirmasi terhadap pola tersebut semakin kuat setelah terbentuk swing low di sekitar level USD4.010. Area ini dinilai sebagai support penting yang berhasil mempertahankan harga dari tekanan jual lanjutan. Selama harga emas (XAUUSD) tetap bergerak di atas level tersebut, peluang untuk melanjutkan kenaikan dinilai masih cukup besar.
“Oleh karena itu, Dupoin Futures menjadikan level USD4.010 sebagai acuan utama yang perlu dicermati trader dalam menentukan arah pergerakan harga berikutnya,” ungkap Geraldo.

