Gresik, metrotvjatim.com – Lumpuhnya akses penyeberangan menuju Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, akibat cuaca ekstrem memicu keresahan masyarakat. Sejumlah elemen warga mendesak pemerintah segera menghadirkan solusi agar mobilitas, perekonomian, dan layanan kesehatan kembali normal.
Desakan tersebut disampaikan Pemuda Bawean Gresik, Ikatan Mahasiswa Bawean Surabaya, Persatuan Saudagar Bawean, dan Kerukunan Warga Bawean saat mendatangi Gedung DPRD Gresik.
Dalam audiensi, warga mengeluhkan terhentinya pelayaran dari dan menuju Pulau Bawean setelah gelombang tinggi dan cuaca ekstrem melanda perairan setempat.
Terhentinya transportasi laut berdampak langsung pada kehidupan warga. Harga kebutuhan pokok melonjak, sektor pariwisata terganggu, sementara akses rujukan medis darurat juga menjadi terkendala.
Wakil Ketua DPRD Gresik Lutfi Dhawam mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait telah merekomendasikan penggunaan KMP Drajat Paciran sebagai armada alternatif dengan kapasitas lebih besar.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Gresik menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga atau BTT sebesar lima miliar rupiah. Dana tersebut akan digunakan untuk penanganan kondisi darurat, sekaligus mendukung pengajuan pembangunan dermaga khusus kapal Ro-Ro atau feri di Pulau Bawean.
Warga berharap rekomendasi tersebut segera direalisasikan di lapangan. Mereka berharap persoalan akses transportasi akibat cuaca buruk tidak kembali menjadi ancaman isolasi yang berulang setiap tahun bagi masyarakat Pulau Bawean.

