Pandeglang: Tim SAR gabungan memperluas wilayah pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten. Penyisiran pada Jumat, 11 September 2026, akan diarahkan ke sisi Utara di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK).
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan area pencarian di sisi Selatan telah disisir hingga radius sekitar 20 NM (Nautical Mile) dari titik tengah Gunung Anak Krakatau.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan area pencarian di sisi Selatan telah disisir hingga radius sekitar 20 NM (Nautical Mile) dari titik tengah Gunung Anak Krakatau.
“Untuk besok, mungkin kita akan memperluas ke sisi utara sesuai dengan perhitungan arus dan pergeseran ombaknya, angin seperti itu,” ucap Al Amrad, seperti dilansir Antara, Kamis, 10 September 2026.
Perluasan wilayah pencarian dilakukan setelah penyisiran di sisi Selatan dinilai telah mencakup area hingga radius sekitar 20 NM. Tim SAR selanjutnya mengarahkan pencarian ke Utara dengan tetap mempertimbangkan kondisi perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Penentuan arah operasi turut memperhitungkan hasil perhitungan arus, pergeseran gelombang, serta arah angin di perairan Selat Sunda.
Personel dan Armada Terus Dievaluasi
Al Amrad mengatakan penambahan personel dan armada masih dimungkinkan. Langkah tersebut akan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi operasi pencarian yang telah dilakukan pada Rabu, 9 September 2026.
Sementara itu, unsur TNI Angkatan Laut melalui Danlanal tetap mengerahkan kapal berukuran besar untuk mendukung pencarian. Kapal tersebut juga melakukan lego jangkar di sekitar lokasi operasi.
“Operasi yang tengah berjalan difokuskan pada pencarian, mengingat kondisi medan yang tidak memungkinkan untuk melakukan evakuasi penyelamatan secara langsung,” ujarnya.
Tim SAR juga mempertimbangkan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus aktif. Radius rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) berada pada jarak 3 kilometer dari kawasan gunung.
Selain aktivitas vulkanik, kondisi arus di Selat Sunda menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam operasi. Tim SAR berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk memastikan aspek keselamatan tetap menjadi perhatian selama proses pencarian.
“Berdasarkan pantauan di lapangan, angin dan gelombang laut terpantau semakin kencang menjelang siang dan sore hari. Adapun tinggi gelombang di perairan tersebut pada hari ini tercatat bervariasi antara 1 hingga 2 meter,” kata al Amrad, Kamis, 10 September 2026.
Kondisi cuaca dan laut tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan arah serta strategi penyisiran berikutnya di sekitar Gunung Anak Krakatau.

