metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
HEADLINE

Polemik PAN dan Ansor Jatim, Gus Fiqi Ingatkan Pentingnya Menjaga Sejarah dan Transparansi

metrotv 8 September 2026
Share
5 Min Read
Ketua PC GP Ansor Jombang, Taufiqi Fakkarudin Assilahi atau Gus Fiqi.

Surabaya, Metrotvjatim.com- Polemik antara Partai Amanat Nasional (PAN) dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur terkait narasi PAN sebagai “Partai Anak Nahdliyin” mendapat tanggapan dari kalangan kader muda Nahdlatul Ulama (NU). Ketua PC GP Ansor Jombang Taufiqi Fakkarudin Assilahi atau Gus Fiqi mengajak semua pihak melihat persoalan tersebut secara proporsional dengan kembali mengingat sejarah hubungan NU dan politik kebangsaan.

Gus Fiqi yang merupakan cicit salah satu pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah, mengatakan perbedaan pandangan antara organisasi kemasyarakatan dan partai politik merupakan hal yang wajar. Namun, menurutnya, dinamika tersebut sebaiknya tidak menghilangkan ingatan terhadap sejarah perjalanan bangsa, termasuk relasi tokoh-tokoh NU dengan kekuatan politik.

Ia mencontohkan perjalanan politik Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Pada periode tersebut, Amien Rais yang merupakan salah satu tokoh penting PAN menjabat sebagai Ketua MPR dan memiliki peran dalam proses politik yang mengantarkan Gus Dur menjadi presiden, sebelum kemudian terjadi dinamika politik yang berujung pada berakhirnya masa kepresidenan Gus Dur.

Baca Juga:  Muhammadiyah mengumumkan bahwa 1 Ramadhan jatuh pada 11 Maret 2024

“Intinya kita ini jangan sampai lupa dengan adanya sejarah Republik ini. Kita pernah punya presiden dari kader Nahdlatul Ulama yaitu sosok Kiai Haji Abdurrahman Wahid atau Gus Dur,” ujar Gus Fiqi, Selasa (8/9/2026).

Ia menjelaskan, sejarah tersebut menjadi pelajaran bahwa hubungan antara NU, tokoh-tokohnya, dan partai politik selalu mengalami dinamika. Ia pun meminta kader NU tidak mudah terseret pada situasi politik sesaat.

“Kita sebagai kader NU atau kader Ansor merefleksikan ke sana, jangan sampai lupa sejarah,” tegasnya.

Di tengah polemik tersebut, Gus Fiqi juga menyampaikan sejumlah catatan terkait pengelolaan Kementerian Desa. Ia meminta kementerian yang saat ini dipimpin tokoh dari PAN tersebut mengedepankan transparansi, khususnya dalam pengelolaan tenaga pendamping desa.

Pihaknya juga menerima sejumlah laporan dari kader Ansor yang sebelumnya menjadi pendamping desa dan kemudian mengalami mutasi atau pemindahan ke wilayah yang jauh dari daerah asal. Namun, ia menekankan bahwa informasi tersebut perlu dijelaskan secara terbuka oleh pihak kementerian agar tidak menimbulkan prasangka.

Baca Juga:  Tabrakan Dua Truk di Tol Jombang, Satu Penumpang Tewas

“Pertanyaannya, indikator pemindahan itu apa? Intinya transparansi dalam mengatur kementerian itu bagaimana? Ini yang harus ada penjelasan,” katanya.

Gus Fiqi menilai penjelasan mengenai mekanisme mutasi, evaluasi kinerja, hingga penempatan pendamping desa penting disampaikan secara terbuka. Dengan demikian, setiap keputusan dapat dipahami berdasarkan ukuran profesional dan kebutuhan program, bukan dikaitkan dengan latar belakang organisasi maupun afiliasi politik.

Ia juga mendorong agar proses rekrutmen dan penempatan pendamping desa terbuka bagi seluruh masyarakat yang memiliki kompetensi dan kapasitas. “Ke depan bagi kami Ansor Jombang menuntut bagaimana pendamping-pendamping desa itu bisa terbuka untuk semua masyarakat yang kompeten dan kapabel. Tidak hanya kader-kader partainya saja yang harus masuk menjadi pendamping desa,” tegasnya.

Gus Fiqi mengatakan GP Ansor Jombang mendukung sikap Ketua PW GP Ansor Jawa Timur H. Musaffa Safril yang sebelumnya meminta Kementerian Desa melakukan pembenahan. Namun, ia berharap kritik tersebut tetap ditempatkan dalam kerangka perbaikan tata kelola pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Baca Juga:  KH Miftachul Akhyar Kembali Dipercaya sebagai Rais Aam PBNU Periode 2026-2031

Di sisi lain, ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak menjadikan identitas NU sebagai semata-mata instrumen perebutan kedekatan politik. Menurutnya, hampir seluruh partai politik memiliki strategi untuk mendekati kelompok masyarakat, termasuk warga NU.

“Namun, klaim PAN sebagai partai anak Nahdliyin harus dibuktikan dengan tindakan atau gerakan nyata. Bukan hanya sebatas baris kalimat yang seakan tak bermakan,” pungkasnya.

Gus Fiqi juga mengajak kader NU, khususnya generasi muda, tetap memegang teguh nilai dan ideologi organisasi di tengah dinamika politik yang semakin terbuka. Baginya, kedekatan dengan berbagai kekuatan politik tidak semestinya membuat kader kehilangan pijakan organisasi.

“Saya mengingatkan kepada kader-kader NU untuk bagaimana ideologi kita ini harus kita pegang benar-benar, jangan sampai tergerus oleh zaman yang sudah seperti ini,” katanya.

Ia menegaskan, sikap kritis terhadap partai politik tidak harus berujung pada permusuhan. Sebaliknya, hubungan antara kelompok masyarakat, organisasi keagamaan, dan kekuatan politik perlu dibangun melalui komunikasi yang sehat, transparansi, serta penghormatan terhadap peran masing-masing.

SHARE NOW
TAGGED: Anshor Jatim, Gus Fiqi, PAN, Polemik PAN dan ANSHOR
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

Purbaya Pastikan Miliki Uang Bayar Utang Kereta Cepat
8 September 2026
KAI Hadirkan Rail Clinic di Stasiun Cerme, Layani 250 Warga Gresik Gratis
8 September 2026
Flashlight Mob Gen 26 UMM Buktikan Kreativitas Ramah Lingkungan
8 September 2026
Mendagri Minta Kepala Daerah di NTT Segera Gunakan Bantuan Presiden
8 September 2026
Petrokimia Gresik Luncurkan Pestani Bawang Merah Nyawiji di Nganjuk, Dukung Varietas Lokal Tajuk
7 September 2026

MOST POPULAR

Peristiwa

Kuras Korban Ratusan Juta, Pelaku Bermodus Aplikasi Kencan Ditangkap Polres Madiun

HUKUM

Sudah Lunas Belum Serah Terima, Pembeli Apartemen Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar

HEADLINE

Resahkan Warga Sidorejo, Polres Malang Bakar Arena Judi Sabung Ayam

INOVASI

Cegah Kecelakaan, Satlantas Polres Malang Evaluasi Titik Blackspot

LAINNYA

Darurat Karhutla, Polres Malang Pasang Banner Ancaman Pidana di Kawasan Hutan

7 September 2026

Harga Beras Premium di Atas HET, Satgas Pangan Polda Jatim Sidak Pasar Tradisional

7 September 2026

Harga Perak Antam Stagnan Rp43.700/Gram, Cek Daftarnya

7 September 2026

Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Masih Siaga III

7 September 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?