metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
EKONOMI

Editorial MI: Tidak Elok Bahas Makan Siang Gratis

Tidak Elok Bahas Makan Siang Gratis

Redaksi 27 Februari 2024
Share
3 Min Read

Persoalan etika dan kepatutan sepertinya semakin jauh dari perilaku sebagian elite di negeri ini. Bayangkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum lagi menetapkan secara resmi siapa presiden/calon presiden terpilih tahun ini, namun kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo sudah membahas program makan siang gratis yang digembar-gemborkan pasangan calon Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka selama kampanye pemilu, pada rapat yang digelar di Istana Negara, Jakarta, kemarin. 

Tidak bisakah bersabar sedikit untuk menunggu hasil resmi pemilu dari KPU? Lagi pula itu bukan program pemerintah, kenapa sampai harus dimasukkan dalam agenda rapat kabinet?

Ini tentu menimbulkan kecurigaan di benak publik bahwa selama ini pemerintah memang mengistimewakan pasangan Prabowo-Gibran dan menginginkan mereka terpilih sebagai penerus untuk menjalankan roda pemerintahan. 

Baca Juga:  Petasan Meledak Hancurkan Mushola, Dua Pelajar Dilarikan ke Rumah Sakit

Apalagi, selama proses pemilu kentara betul campur tangan negara, dari mengubah aturan di Mahkamah Konstitusi tentang batas usia bacapres, pengerahan aparatus negara untuk berkampanye, hingga politisisasi bantuan sosial. Bahkan, hasil penghitungan suara pun, diduga kuat manipulatif sehingga bakal digugat melalui hak angket di DPR.

Ingat, pemerintahan Jokowi masih akan berlangsung hingga Oktober tahun ini. Masih banyak tugas penting yang harus diselesaikan Presiden beserta jajaran menterinya, termasuk untuk mengendalikan harga beras dan berbagai kebutuhan pokok lainnya yang melambung tinggi. Belum lagi berbagai ekses akibat pelambatan ekonomi global, termasuk melonjaknya angka kemiskinan dan pengangguran.

Baca Juga:  Daftar Harga BBM dan Tarif Listrik Maret 2024

Persoalan-persoalan ini rasanya lebih krusial untuk diantisipasi. Pemerintah perlu eman-eman dalam mengelola anggaran untuk menyiapkan jaring pengaman, bukannya dicocok-cocokkan untuk hal yang tidak atau kurang perlu.

Tugas dan peran pemerintah adalah mengemban amanat rakyat. Kepercayaan itu tentunya jangan dikhianati, apalagi disalahgunakan untuk kepentingan diri sendiri. Sebagai kepala pemerintahan, Presiden harus berdiri di atas semua golongan, jangan ada salah satu yang diistimewakan. 

Ingat, ada sekitar 278 juta orang yang harus diurus berbagai kebutuhannya di negeri ini, bukan satu atau dua orang. Berat memang, tapi ya itulah tugas dan peran pemerintah. Harus bijak dan hati-hati.

Baca Juga:  Pengamat Nilai Kekacauan Bakal Terjadi, Jika PSI Lolos ke DPR

Apalagi, berdasakan jajak pendapat yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia, baru-baru ini, penilaian masyarakat terhadap situasi perekonomian dan hukum di negeri ini pascapemilu, semakin buruk. Ini harus menjadi warning bagi pemerintah untuk berhati-hati. Mengurus keluarga saja perlu adil dan bijaksana, apalagi mengelola negara. Tidak bisa sembarangan atau seenaknya. 

Kepercayaan atau amanah yang diberikan rakyat melalui pemilu lima tahun lalu, tentunya harus dirawat dan dijaga. Jangan sampai kepercayaan itu dirusak dan dikhianati. Bakal runyam urusannya kalau sang pemberi amanah itu marah.

SHARE NOW
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

Bulog Targetkan 4 Juta Ton Gabah Tahun 2026 Untuk Sukseskan Swasembada Pangan
4 April 2026
Wadahi Kreatifitas Musisi Lokal Bojonegoro, Satu Sisi Cafe Gelar Jamming Night
2 April 2026
Selundupkan Sabu dalam Nasi Padang untuk Napi Rutan Sumenep
Selundupkan Sabu dalam Nasi Padang untuk Napi Rutan Sumenep
2 April 2026
Kebakaran Gudang Kayu di Permukiman Padat Sidoarjo
Kebakaran Gudang Kayu di Permukiman Padat Sidoarjo
2 April 2026
6.509 Mahasiswa Lolos SNBP Unesa, 1.293 Terima KIP Kuliah
1 April 2026

MOST POPULAR

NASIONAL

Pasien Diduga Dipulangkan Paksa, Pelayanan RSUD Sosodoro Djati Kusumo Bojonegoro Disorot

Pemkab Ngawi Tidak Terapkan WFH, Himbau ASN Bersepeda ke Kantor
HEADLINE

Pemkab Ngawi Tidak Terapkan WFH, Himbau ASN Bersepeda ke Kantor

HEADLINE

Taman Edukasi Bencana BPBD, Kenalkan Mitigasi Sejak Dini Kepada Anak-anak di Jawa Timur

HEADLINE

Kunjungi Gresik, Mensos Minta Operator dan Pilar Sosial Mutakhirkan Data Tunggal Masyatakat

LAINNYA

Bulog Targetkan 4 Juta Ton Gabah Tahun 2026 Untuk Sukseskan Swasembada Pangan

4 April 2026
Selundupkan Sabu dalam Nasi Padang untuk Napi Rutan Sumenep

Selundupkan Sabu dalam Nasi Padang untuk Napi Rutan Sumenep

2 April 2026
Kebakaran Gudang Kayu di Permukiman Padat Sidoarjo

Kebakaran Gudang Kayu di Permukiman Padat Sidoarjo

2 April 2026

Pasien Diduga Dipulangkan Paksa, Pelayanan RSUD Sosodoro Djati Kusumo Bojonegoro Disorot

1 April 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?