Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada pagi hari ini mengalami penguatan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis, 29 Oktober 2026, IHSG berada di zona hijau sebesar 5.305,198.
IHSG dibuka menguat 22,89 poin atau 0,43 persen. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,27 poin atau 0,42 persen ke posisi 541,74.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.23 WIB, IHSG malah melemah sebanyak 42,794 poin setara 0,81 persen ke level 5.239,518. IHSG berada di level tertinggi 5.320 dan terendah di 5.223.
Sebanyak 199 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 366 saham emiten lainnya melemah, dan 181 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebesar Rp1.972 triliun dengan total saham yang menerbitkan 4.642 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp9.204,159 triliun.
IHSG mungkin fluktuatif
Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin, 28 Oktober, IHSG ditutup menguat 16,18 poin atau 0,31 persen ke 5.282,31. Penguatan tersebut terutama didorong oleh teknikal rebound setelah koreksi tajam dalam beberapa perdagangan sebelumnya.
Penguatan ditopang penayangan saham-saham berkapitalisasi besar, terutama BBCA (7,65 persen) dan ASII (7,99 persen), serta aksi beli bersih investor asing sekitar Rp257,74 miliar. Sentimen positif juga datang dari penguatan bursa Asia seiring optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) dan keputusan FTSE Russell mempertahankan status Indonesia sebagai emerging market, yang membantu memulihkan kepercayaan investor.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, tercermin dari Dow Jones naik 0,19 persen, S&P 500 meningkat 0,28 persen, dan Nasdaq tumbuh 0,27 persen. Penguatan tersebut didorong oleh keputusan The Fed mempertahankan suku bunga sesuai ekspektasi dan pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh yang menilai ekspektasi inflasi masih terkendali.
Meski dua pejabat mengusulkan kenaikan suku bunga sebesar 25 bps, pasar merespons positif keputusan tersebut.
Penguatan juga ditopang oleh saham-saham sektor keuangan, terutama Morgan Stanley (1,7 persen), Goldman Sachs (1,5 persen), dan JPMorgan (satu persen), serta reli saham semikonduktor setelah SK Hynix mencatatkan rekor laba seperempatan, yang mendorong Micron (5,9 persen) dan AMD (+3,2 persen).

