metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
HEADLINE

Ijazah Karyawan Ditahan, Polisi Usut Perusahaan Plastik Di Madiun

mahmud fauzi 27 April 2026
Share
4 Min Read

Madiun, Metrotvjatim.com : Sejumlah mantan karyawan CV Sukses Jaya Abadi, sebuah pabrik di Kabupaten Madiun mengeluhkan ijazah mereka yang ditahan oleh pihak HRD (Human Resource Development).‎Sebelumnya, ‎Ijazah itu dijadikan jaminan saat mereka diterima dan memulai bekerja di perusahaan yang bergerak dibidang produksi plastik di jalan raya Basuki Rahmat, Desa/Kecamatan Wonosari tersebut.‎

Seorang mantan karyawan bernama, ‎Ina Vernanda, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun mengaku sudah beberapa kali berusaha mengambil ijazahnya, namun pihak perusahan hanya menjjanjikan dan hingga saat ini ijazahnya belum diberikan.‎‎ “Pertamanya saya keluar. Setelah itu saya kemudian tanya pihak HRD kapan ijazah saya keluar, tapi jawabnya nanti. Setiap saya tanya lagi jawabnya nanti-nanti terus,” ujar Ina, kepada sejumlah wartawan.‎‎

Menurut Ina, saat masuk kerja di CV Sukses Jaya Abadi itu, dirinya disuruh menandatangani berita serah terima dokumen jaminan. Salah satu isinya,  bahwa selama bekerja di perusahaan tersebut, Ina bersedia  menyerahkan ijazahnya.‎‎ “Saya kerja kurang lebih 7 bulan, gak habis kontrak saya keluar karena ya didalam tidak baik suasananya. Saya keluar sudah mengajukan risent tapi belum di ACC akhirnya saya keluar sendiri, makanya ijazahnya gak keluar-keluar. Kalau kontraknya 1 tahun,” jelasnya.‎

Baca Juga:  Presiden Resmikan Operasional KDKMP Serentak, 126 Titik di Gresik Siap Dioperasikan

Mantan karyawan lainnya, Alviyan Rizki Rahmadoni membenarkan, warga Desa Rejomulyo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi ini mengatakan sudah hampir dua tahun ijazahnya belum diambil. Pasalnya, syarat dari pihak perusahaan jika ingin mengambil ijazah tersebut harus bayar sejumlah uang.‎‎ “Waktu saya ijin mau keluar itu saya dikasih waktu satu bulan lagi sama HRD, baru boleh keluar. Habis itu suruh nebus ijazahnya satu kali gaji sekitar Rp 2,5 juta. karena saya juga melanggar waktu yang satu bulannya itu jadi saya kena denda. jadi totalnya itu 3 jutaan yang harus saya bayar. Karena saya gak punya uang saya gak berani ambil sampai sekarang,” kata Alviyan.‎‎

Baca Juga:  Harga Daging Ayam dan Cabai Merah Naik di Surabaya

Pengakuan lainnya datang dari Mohammad Rido, warga Desa Pucangrejo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun. Meski sudah mengajukan risen sejak beberapa bulan lalu, pihak HRD juga belum memberikan ijazahnya.‎‎ “Awalnya saya keluar tanpa ijin sebelum habis kontrak. gak betah karena jam kerjanya gak tentu. Saya kemudian WA HRD nya dan disuruh buat surat Risent. Waktu saya kesana hanya disuruh ngumpulin saja, tapi gak mau nemuin HRD cuma dititipi ke satpam. Sampai saat ini gak ada kabar apa-apa. Saya WA HRD nya gak dijawab sama sekali,” ujar Ridho.

Kabid Hubungan Industrial, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinaskerin) Kabupaten Madiun, Arifin menyampaikan bahwa penahanan ijazah oleh CV Sukses Jaya Abadi bukan yang pertama. Kejadian serupa sudah terjadi sejak tahun lalu.‎‎ “Sering mas, yang bermasalah terkait ijazah itu banyak. Yang tahun ini belum ada yang laporan. Kalau tahun 2025 ada 80 yang sudah kita selesaikan sekitar 25 ijazah dengan mediasi,” Ujar Arif, saat ditemui dikantornya. Arif menegaskan, pihaknya selama ini sudah sering melakukan sosialisasi terkait surat edaran Menteri Ketenagakerjaan serta Surat Edaran Gubernur Jawa Timur No. 560/1486/012/2025 tentang larangan penahanan ijazah dan atau dokumen pribadi milik pekerja.

Baca Juga:  PTUN Batalkan SK Jabatan Ketua MK Suhartoyo Lewat Gugatan Anwar Usman

Sementara itu menurut informasi dari sumber Metrotvjatim.com, kasus tersebut saat ini tengah berada di tangan Satreskrim Polres Madiun. Sejumlah orang saksi dikabarkan telah menjalani pemeriksaan dari penyidik.

SHARE NOW
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

Ini Sinopsis dan Pemeran Film “Piye To Kih” Tayang 19 November
2 November 2026
Polres Malang Mediasi Kasus Bullying Anak di Gondanglegi
2 November 2026
Persebaya Incar Kemenangan Lawan Kendal Tornado FC pada Laga Perdana I. League Cup
2 November 2026
Pemkot Surabaya Gandeng ITS Kembangkan Teknologi Pertanian Bibit Cabai
2 November 2026
BPOM-Polri Perketat Izin Edar Tramadol hingga Ketamin
2 November 2026

MOST POPULAR

HUKUM

Tembak Mati Dua Landak Jawa, Pemburu Liar di Malang Ditangkap

HUKUM

Diduga Libatkan Mafia Tanah, Direktur PT BS Dilaporkan ke Polda Jatim

HEADLINE

Bawa 6 Tuntutan dan 1 Seruan, Ratusan Massa Aksi Padati Balai Kota Malang

HUKUM

Operasi Patuh Semeru Hari ke-3, Polres Malang Tindak 441 Pengendara

LAINNYA

BPOM-Polri Perketat Izin Edar Tramadol hingga Ketamin

2 November 2026

Pemerintah Menyiapkan Insentif Pajak Senilai Sekitar Rp632 Triliun untuk Tahun 2027

2 November 2026

Pendidikan jadi Sarana Memutus Rantai Kemiskinan

2 November 2026

Polri Terbitkan SE Larangan Penggunaan Vape bagi Personel

2 November 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?