metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
Informa

Jumat Pagi, Rupiah Turun ke Level Rp17.928/USD

metrotv 25 September 2026
Share
4 Min Read

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan di pagi ini mengalami penurunan.Mengutip data Bloomberg, Jumat, 25 September 2026, rupiah hingga pukul 09.28 WIB berada di level Rp17.928 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 12 poin atau setara 0,07 persen dari Rp17.916 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.893 per USD. Analis mata uang Ibrahim Assuabi memprediksi mata uang rupiah pada perdagangan hari ini ditutup melemah.”Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.910 per USD hingga Rp18.000 per USD,” papar Ibrahim dalam analisis hariannya.

Menanti perdamaian AS-Iran

Ibrahim mengungkapkan pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini dipengaruhi oleh sentimen Iran dan Amerika Serikat yang masih berbeda pendapat mengenai cara mengakhiri perang mereka, namun diplomasi harus terus berjalan; kata seorang pejabat senior Iran setelah Presiden Iran menyatakan di hadapan Majelis Umum PBB bahwa Teheran tidak akan pernah menyerah pada tekanan AS.

Baca Juga:  3.600 Rumah di Kabupaten Tebo Terendam Banjir

Teheran sedang meninjau tanggapan Washington terhadap usulan perdamaiannya, yang memprioritaskan pencabutan blokade angkatan laut AS di pelabuhan-pelabuhan Iran serta pembukaan kembali Selat Hormuz, ujar pejabat tersebut.

Pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade angkatan laut Washington terhadap Iran telah dibahas dalam pembicaraan tidak langsung pada hari Selasa, kata pejabat itu.

Sebelumnya pada Rabu, Kepala Keamanan Iran Mohsen Rezaei menyatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali selama syarat-syarat Iran belum dipenuhi.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kepada wartawan kesepakatan dengan Iran akan membutuhkan kerja keras dalam jangka waktu tertentu, seraya menambahkan Trump juga memiliki opsi militer.

Sementara itu, pengambil kebijakan The Fed memberikan nada hawkish dengan Gubernur Michael Barr mengatakan penyesuaian kebijakan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk mengendalikan inflasi.

Baca Juga:  LRT Jabodebek Sandang Status Sebagai Objek Vital Nasional

Presiden Fed Richmond Tom Barkin dan Presiden Fed Boston Susan Collins keduanya mendukung kenaikan suku bunga baru-baru ini, dengan alasan tekanan inflasi yang terus berlanjut.

Kemungkinan bank sentral AS akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuannya di Oktober adalah sekitar 69,7 persen, menurut alat CME FedWatch, naik dari 48,7 persen minggu lalu.

BI jaga stabilisasi rupiah

Di sisi lain, para ekonom memperingatkan langkah Bank Indonesia pada September yang mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil selama tiga bulan berturut-turut mungkin hanya merupakan jeda sementara, mengingat masih tingginya risiko eksternal akibat imbal hasil global yang meningkat, harga minyak yang fluktuatif, serta tekanan geopolitik.

Selain itu, para pembuat kebijakan juga menghadapi tantangan berupa perlambatan pertumbuhan, belanja rumah tangga yang lesu, dan sentimen pasar yang rentan, terutama karena nilai tukar rupiah masih rawan terhadap kembali menguatnya dolar AS dan arus keluar modal asing.

Baca Juga:  Kemeriahan Navy Fun Run & Fun Bike di Surabaya

Jika tekanan terhadap mata uang kawasan terus berlanjut, maka BI perlu menjaga agar pelemahan rupiah tidak berkembang menjadi tekanan inflasi yang lebih persisten. Kenaikan harga minyak di atas USD100 per barel berpotensi menekan mata uang melalui meningkatnya biaya energi.

Terlebih, adanya fenomena El Nino yang juga meningkatkan risiko gangguan produksi dan pasokan pangan. Kendati demikian, menurut Ibrahim, perekonomian domestik Indonesia menunjukkan daya tahan yang mengesankan.

BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026 mampu bertengger di kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen.”Motor penggerak utama berasal dari konsumsi rumah tangga yang tetap kokoh, ditopang oleh stimulus fiskal pemerintah serta menguatnya keyakinan dan ekspektasi pendapatan masyarakat,” papar Ibrahim.

SHARE NOW
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

Menteri Angkatan Bersenjata dan Urusan Veteran Republik Prancis kunjungi AAL
25 September 2026
Penyelam TNI AL Berhasil Temukan 14 Jenazah Korban KM Virgo Transport 8
24 September 2026
Polres Madiun Siagakan 2.500 Personel Gabungan Amankan Kegiatan Pesilat
24 September 2026
KPK Geledah Kantor BPN Jatim, Petugas Bawa Koper Berisi Barang Bukti
24 September 2026
PFI Malang Angkat Cerita Tanah Pangan dan Harapan Lewat Pameran Foto
24 September 2026

MOST POPULAR

PENDIDIKAN

UPN Veteran Jatim Perkuat Kolaborasi Akademik dan Pemberdayaan Masyarakat di Brunei Darussalam

OLAHRAGA

Haornas 2026, KONI Gresik Apresiasi Atlet SEA Games

HEADLINE

Waspada Influenza A dan B, Rumkitalmar Gelar Pengobatan Gratis

HEADLINE

PKL Buah di Kawasan Pasar Besar Pasuruan Tolak Relokasi

LAINNYA

Menteri Angkatan Bersenjata dan Urusan Veteran Republik Prancis kunjungi AAL

25 September 2026

Kebakaran di Gunung Wilis Nganjuk, 46 Titik Panas Terdeteksi BMKG

18 September 2026

Kebakaran Melanda Pabrik Speaker Aktif di Nganjuk

18 September 2026

Korban Meninggal Ledakan Pabrik Bata Ringan Lamongan menjadi Empat Orang

18 September 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?