Dua kejadian nahas maritim menimpa dua kapal di lokasi berbeda, yakni di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kedua kapal tersebut tenggelam akibat mengalami kebocoran fatal pada bagian lambung. Beruntung, kesigapan petugas dan kapal di sekitar lokasi berhasil menyelamatkan seluruh penumpang.
Di Labuan Bajo, kapal wisata semi pinisi KM Yukai karam di perairan Pulau Seturai, Kabupaten Manggarai Barat pada Minggu, 27 September 2026 pagi. Kapal yang membawa 12 wisatawan dan lima awak ini mengalami kejadian saat tengah dalam perjalanan menuju Pulau Komodo di kawasan Taman Nasional Komodo.
Peristiwa bermula ketika kapal diduga menabrak karang yang tenggelam saat kondisi air laut sedang surut. Benturan keras tersebut merobek lambung kapal dan memicu air masuk dengan cepat. Kapal sempat miring sebelum akhirnya benar-benar tenggelam.
Dua kapal wisata yang berada tidak jauh dari lokasi langsung memberikan pertolongan pertama menggunakan sekoci. Tim SAR gabungan yang tiba tak lama berselang langsung mengambil alih proses evakuasi dan membawa seluruh penumpang serta kapal awak kembali ke daratan dengan selamat.
Kapal Jolloro Pengangkut Es Dihantam Ombak
Sementara itu, kejadian serupa juga menimpa sebuah kapal jenis Jolloro di perairan Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba. Kapal asal Kepulauan Selayar yang memuat es balok ini terbalik dan tenggelam di tengah perjalanan.
Ombak Hantaman yang cukup kuat memicu kebocoran pada lambung kapal dan membuatnya karam. Empat orang yang berada di atas kapal, terdiri dari nakhoda kapal dan anak buah (ABK), berhasil dievakuasi tim penyelamat dalam keadaan selamat.

