Lamongan, metrotvjatim.com : Kontes Lele Lamongan atau KoLeLa menjadi ajang untuk menggali potensi wisata dan ekonomi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Kegiatan yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan ini menyita perhatian masyarakat karena untuk pertama kalinya ikan lele dilombakan berdasarkan bobot terberat.
Dalam kontes yang digelar di GOR Sport Center Lamongan tersebut, panitia terlebih dahulu melakukan proses seleksi ikan lele jumbo sebelum dilakukan penimbangan dan pelelangan.
Sebanyak 35 peserta dari berbagai daerah di Kabupaten Lamongan ikut ambil bagian dalam kontes ini. Bahkan, salah satu peserta datang dari Buleleng, Bali. Penilaian dalam kontes tersebut didasarkan pada bobot atau berat ikan lele yang dilombakan.
Ajang KoLeLa ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi budidaya ikan lele sekaligus membuka peluang pengembangan wisata ekonomi di Kabupaten Lamongan.
Hasil kontes menunjukkan juara pertama diraih Tony, warga Desa Plosowahyu, dengan ikan lele seberat 10,2 kilogram. Sementara juara kedua memiliki bobot 9 kilogram dan juara ketiga seberat 7 kilogram.
Setelah penilaian, ikan lele jumbo tersebut kemudian dilelang. Lele milik juara pertama berhasil terjual dengan harga 25 juta rupiah, sedangkan juara kedua laku dengan harga 20 juta rupiah.

Tony mengaku telah merawat ikan lele tersebut selama tujuh tahun di dalam kolam. Ia merasa bangga karena jerih payahnya dalam merawat lele akhirnya membuahkan hasil dengan meraih juara pertama.
Sementara itu, Ketua PWI Lamongan, Kadam Mustoko, mengatakan kontes ikan lele jumbo ini digelar untuk mengangkat potensi ekonomi lokal di sektor perikanan, mengingat Lamongan dikenal luas dengan kuliner penyet lele.
Selain kontes lele, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan lomba ngulek sambal pecel lele yang diikuti lebih dari seratus peserta.
Kontes lele ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional tahun 2026 di Kabupaten Lamongan.

