Sidoarjo, Metrotvjatim.com- Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melakukan penertiban belasan bangunan liar (bangli) di sepanjang jalur Frontage Road segmen Waru, Selasa (6/10). Langkah penertiban ini dilakukan untuk mendukung kelancaran lalu lintas serta mempercantik tata kota Sidoarjo.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sidoarjo, Yany Setyawan, menjelaskan bahwa penertiban di segmen Waru ini ditargetkan hingga batas wilayah SMA Hang Tuah. Di area tersebut tercatat ada lebih dari 28 bangunan.
Sebelum tindakan penertiban dilakukan, sekitar 50 persen pemilik bangunan telah melakukan pembongkaran secara mandiri. Pembongkaran mandiri dilakukan pemilik bangunan setelah Satpol PP memberikan peringatan atau sosialisasi terkait rencana penertiban.
”Sekarang tersisa sekitar 13 bangunan yang belum dibongkar mandiri, sehingga pada hari ini kami melakukan pembongkaran,” ujar Yany.
Yany menambahkan, penertiban ini dilakukan bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) karena sebagian besar bangunan berdiri di lahan milik PT KAI. Pembongkaran difokuskan untuk mengurai kemacetan lalu lintas di jalur frontage. Penertiban serupa nantinya akan dilanjutkan secara bertahap ke segmen Gedangan hingga Buduran.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sidoarjo, Ainun Amalia, menegaskan bahwa penertiban ini merupakan bagian dari upaya menata Kota Sidoarjo agar tidak berkesan kumuh. Terlebih Sidoarjo berbatasan langsung dengan Kota Surabaya.
”Secara bertahap, semua bangunan liar di Kabupaten Sidoarjo akan kami tertibkan. Keberadaan bangli ini memiliki dampak negatif, seperti menyulitkan proses normalisasi jika berdiri di sempadan sungai, serta mengancam keselamatan karena lokasinya yang sangat dekat dengan rel kereta api,” jelas Ainun.
Pemkab Sidoarjo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan bekerja sama dalam menjaga ketertiban serta keselamatan bersama. (HS)

