metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
EKONOMI

Pertanian Kian Timpang

Redaksi 8 Maret 2024
Share
4 Min Read

MetroTV, BERTUMBUH dan tangguh. Dua diksi itu kerap dilontarkan pemerintah di saat memaparkan angka-angka pertumbuhan ekonomi. Ada perasaan bangga dan percaya diri ketika elite bangsa memaparkan pertumbuhan perekonomian Indonesia yang mampu mencatatkan konsistensi di tengah pelambatan global.

Melalui laman beragam kementerian, mereka memaparkan raihan pertumbuhan ekonomi mampu melampaui prediksi sebesar 5,03%. Dengan kata lain, bagi para elite, perekonomian Indonesia jauh lebih baik daripada yang diperkirakan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN mampu bertahan dalam tekanan dan membantu ekonomi untuk lebih baik. Di atas kertas, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 mencapai 5,05%.

Dan dari sisi produksi, sektor pertanian memang menjadi salah satu yang berhasil menampakkan hasil positif atau bertumbuh 1,3%. Sektor pertanian ternyata mampu bertumbuh di tengah fenomena El Nino berkepanjangan di Tanah Air. Padahal, bila mengacu data Badan Pusat Statistik atau BPS, pertumbuhan sektor pertanian dari tahun ke tahun belum mampu mendekati apalagi menyamai kondisi sebelum pandemi covid-19. Pada 2018, pertumbuhan sektor pertanian mencapai 3,88% menjadi 3,6% pada 2019. Setelah itu, pada 2020 anjlok menjadi 1,77%. Pada 2021, agak membaik menjadi 1,87% dan 2,25% pada 2022. Sehingga, sungguh tidak masuk nalar bila pemerintah berbangga atas pertumbuhan sektor pertanian yang justru anjlok ketimbang masa pandemi covid-19. Belum lagi, para pemimpin bangsa ini mungkin lupa mengamati ketimpangan tingkat pertumbuhan ekonomi dan sektor pertanian.

Baca Juga:  500 Pohon Natal Menghiasi Kota Berlin Jerman

Masih terjadi ketidakseimbangan kinerja ekonomi makro dengan sektor pertanian. Seperti diungkapkan Guru Besar Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Bustanul Arifin, minimnya pertumbuhan sektor pertanian ikut disumbangkan produksi padi di Indonesia yang stagnan. Pada 2023, produktivitas padi berada di angka 5,26 ton per hektare. Atau, naik tipis daripada 5,24 ton per hektare pada 2022. Tapi, itu jauh dari kata mencukupi. Kalau melihat ketimpangan dan terus menurunannya pertumbuhan sektor pertanian, bagaimana kita bisa berharap ada swasembada pangan? Apalagi kalau hendak mencapai kedaulatan pangan. Ide produksi pangan dalam negeri akan mampu memenuhi setidaknya 90% dari kebutuhan konsumsi dalam negeri untuk mencapai swasembada beras seakan kembali menjadi angan-angan semata. Catatan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras pada 1984 dan 2019-2021, seakan tinggal sejarah. Mempermasalahkan alam karena rendahnya produksi beras dan bahan pangan lainnya juga tidak adil. Yang jadi soal adalah pemerintah yang tidak responsif dan hadir lebih awal dalam mengantisipasi masalah El Nino. Entah itu terkait penggunaan teknologi ataupun menjamin ketersediaan pupuk. Walhasil, rasa bangga para elite atas angka-angka di atas kertas itu tidak sampai ke masyarakat. Rakyat masih harus berhadapan dengan kenyataan yakni sulit mendapatkan bahan pangan yang terjangkau. Rakyat telah menjadi korban absennya negara atas kenaikan harga pangan. Pemerintah jangan hanya hadir ketika mengambil kebijakan jorjoran mengimpor beras. Pada 2023, impor beras mencapai lebih dari 3 juta ton. Naik 600% dari tahun sebelumnya. Dan tahun ini, naik lagi menjadi 4,1 juta ton. Toh, gila-gilaan mengimpor beras ternyata tidak mampu secara signifikan mengurangi harga beras di pasar ritel. Kita tentu tidak menginginkan situasi seperti krisis 1998 berulang. Akan tetapi, jaminan dari pemerintah ternyata tidak mampu meredam lonjakan harga bahan pokok di sejumlah daerah. Yang terjadi justru “panic buying” di masyarakat. Secara alamiah, publik menginginkan keamanan ketersediaan pangan di dapur masing-masing. Perut masyarakat tentu tidak cukup diisi dengan janji manis kosong belaka. Apalagi, bulan suci Ramadan sudah di depan mata. Tidak terbayangkan bila harga pangan kian tidak terjangkau. Apalagi kalau sampai bahan pangan tidak tersedia di hadapan warga. Pemerintah semestinya sudah bisa kembali fokus dan hadir dalam persoalan pangan. Jangan meninggalkan apalagi menanggalkan masyarakat untuk menyelesaikan dengan cara masing-masing. Segera, urus ketersediaan, harga, dan distribusi bahan pangan hingga tingkat masyarakat. Bukan menyuruh masyarakat se-Tanah Air berbondong-bondong ke pasar induk beras di Jakarta. ***

SHARE NOW
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

Komplotan Perampok Bersenjata Tajam di Jombang Terekam CCTV, Korban Alami Luka Serius
Komplotan Perampok Bersenjata Tajam di Jombang Terekam CCTV
27 Februari 2026
Video Atlet Porprov Kota Pasuruan Ekspresikan Kekecewaan soal Bonus, Viral di Media Sosial
Video Atlet Porprov Kota Pasuruan Ekspresikan Kekecewaan soal Bonus, Viral di Media Sosial
27 Februari 2026
Ditinggal Buka Toko, Motor Karyawan Waralaba di Pasuruan Hilang Terekam CCTV
Ditinggal Buka Toko, Motor Karyawan Waralaba di Pasuruan Hilang, Pelaku hanya Butuh Waktu Kurang dari 30 Detik.
27 Februari 2026
Dua Truk Bertabrakan di Jalan Raya Ngawi–Solo, Tiga Orang Terjepit
Dua Truk Bertabrakan di Jalan Raya Ngawi–Solo, Tiga Orang Terjepit
27 Februari 2026
Polres Jombang Ungkap Fakta Kematian Ibu dan Anak di Gedung Bekas Aspol
27 Februari 2026

MOST POPULAR

NASIONAL

Kecelakaan Maut di Mojokerto, RX King Vs Vario Tewaskan Dua Orang

EKONOMI

Ramadhan, Penjualan Emas Digital Mengalami Peningkatan

HEADLINE

TMMD ke-127 di Pasuruan, Percepat Pembangunan Infrastruktur Desa

HEADLINE

BSI Fest Ramadan 2026 Digelar di Kota Surabaya

LAINNYA

Komplotan Perampok Bersenjata Tajam di Jombang Terekam CCTV, Korban Alami Luka Serius

Komplotan Perampok Bersenjata Tajam di Jombang Terekam CCTV

27 Februari 2026

Unesa Sukses Gelar International Community Development 2026,

27 Februari 2026
Video Atlet Porprov Kota Pasuruan Ekspresikan Kekecewaan soal Bonus, Viral di Media Sosial

Video Atlet Porprov Kota Pasuruan Ekspresikan Kekecewaan soal Bonus, Viral di Media Sosial

27 Februari 2026
Ditinggal Buka Toko, Motor Karyawan Waralaba di Pasuruan Hilang Terekam CCTV

Ditinggal Buka Toko, Motor Karyawan Waralaba di Pasuruan Hilang, Pelaku hanya Butuh Waktu Kurang dari 30 Detik.

27 Februari 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?