metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
NASIONAL

Survei LSI Denny JA, Pasangan Yes–Dirham Masih Unggul di Pilkada Lamongan

Redaksi 12 November 2024
Share
4 Min Read

Lamongan, Temuan data survei terbaru yang disampaikan peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network Denny JA, M Khotib kepada pers di Lamongan, terkait dengan preferensi pemilih terhadap dua paslon yang berkontestasi di Pilkada Kabupaten Lamongan Jawa Timur.  

Paslon Abdul Ghofur – Firosya Shalati dengan elektabilitas 38,3%, sedangkan paslon Yuhronur Effendi – Dirham 41,1%. Ada selisih tipis sekitar 3% yang masih dalam margin of error 3,5%.

Survei lapangan dilakukan dari tanggal 24-30 Oktober 2024. Menggunakan metodologi standar Multistage Random Sampling, melalui wawancara tatap muka kepada  800 responden terpilih secara acak dengan margin of error  plus minus 3,5%

Khotib menyimpulkan, dari data terbaru ini, jika merujuk pada margin of error survei LSI Denny JA ini, 3,5%, maka dua paslon yang bertarung di Pilkada ini belum bisa dibilang pemenangnya siapa. Keduanya, memiliki elektabilitas yang masih dalam margin of error.

Karena itu, menurut Khotib, dua-duanya masih punya peluang yang sama untuk menang. Termasuk, paslon Abdul Ghofur – Firosya yang, meskipun posisi saatnya masih dibawah Yuhronur – Dirham.

Baca Juga:  Cari Keadilan, Puluhan Korban Penipuan The Anaya Village Pecatu Bali Datangi Kantor PN Surabaya

Dijelaskan Khotib, peluang menyalip tersebut sangat mungkin terjadi dengan beberapa catatan. Pertama, Abdul Ghofur khususnya harus mampu mendongkrak salah satu hukum besi penting dalam pemenangan, yaitu tingkat pengenalan dan kesukaan.

Sebagai kandidat potensial, kata Khotib, Ghofur sudah masuk dalam kategori yang tingkat pengenalannya berbanding lurus dengan tingkat kesukaan. Masalahnya, tingkat pengenalan Ghofur (75,1%) masih dibawah Yuhronur yang sudah 88,5%. 

“Jika dalam waktu singkat ini Pak Ghofur mampu mendongkrak pengenalannya hingga kurang lebih sama dengan Pak Yuhronur, saya kira elektabilitas Pak Ghofur bisa diatas Yuhronur. Yang artinya, bisa mengalahkannya di Pilkada Lamongan kali ini,” katanya.

Khotib menambahkan, peluang terbuka buat Ghofur juga tergambar dari pemilih yang berkategori strong supporters (pemilih militan yang tak berubah pilihannya) dan yang soft supporter (pemilih cair yang sudah memilih tapi bisa berubah dengan yang belum punya pilihan sama sekali).

Baca Juga:  Kapolres Bojonegoro Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Terpusat Lilin Semeru 2024

“Dari data kami, angka soft supporternya  masih sangat tinggi, yaitu 41,2%. Ini angka yang sering disebut sebagai lahan tak bertuan, yang masih bisa diperebutkan siapa saja. Artinya, siapa yang bisa mengambil angka soft supporter ini paling banyak, itulah yang akan memenangkan pertarungan,” jelasnya.

Pada bagian lain, Khotib juga memberi gambaran peluang tentang kompetitifnya para paslon di Pilkada Lamongan ini. Salah satunya, terlihat dari distribusi aneka dukungan segmen demografis seperti gender, suku, agama, usia, tingkat pendidikan, penghasilan dan dapil yang semuanya belum ada yang kokoh merata, tapi  masih kompetitif.

Modal lain yang bisa dijadikan dasar terbukanya peluang paslon yang diusung PKB ini adalah tentang alasan publik memilih calon. Kepada Yuhronur, mayoritas lebih karena pertimbangan dianggap sudah berpengalaman. 

Tapi, tegas Khotib, alasan yang memilih Ghofur mayoritas karena dipersepsi berkepribadian baik (20,2%) dan dianggap mampu menyelesaikan masalah (27,9%). Sementara, kepada Yuhronur, publik yang menganggap berkepribadian baik itu hanya 9,1%. Dan hanya 17,9% yang menganggap mampu menyelesaikan masalah.

Baca Juga:  KPK Serahkan 67 Tanah Senilai Rp27 M ke 3 Desa di Nganjuk

“Nah, itu modal penting untuk dipilih. Sayangnya, Pak Ghofur masih punya problem pengenalan yang dibawah Pak Yuhronur. Dan peluang juga cukup terbuka pada saat dipotret isu negatif para calon, dimana Pak Yuhronur yang paling banyak isu negatifnya. Bagusnya buat dia, hanya 4,1% yang tahu,” ungkapnya, tanpa mau menyebut isunya apa. 

Isu penting lainnya yang harus diwaspadai, menurut Khotib, adalah sikap mayoritas publik terhadap money politic. Mayoritas (78,2%) publik menganggap money politic  ini sangat wajar dan cukup wajar. Ini gambaran sikap pragmatis warga lamongan pada ajang kontestasi Pilkada.

“Ini bisa jadi goodnews buat calon yang berkapital besar, jika mampu memanfaatkannya. Dan bisa jadi badnews buat kandidat yang uangnya pas-pasan.Meskipun, jika ada yang berkapital besar pun, tidak mudah melakukan money politic itu. Salah-salah bisa kena semprit KPU,” tegasnya.

SHARE NOW
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

Simulasi Cicilan KUR BRI Rp500 Juta, Ini Cara dan Syarat Pengajuannya
18 Oktober 2026
EMAS Akselerasi Proyek Fasilitas CIL 2, Lipat Gandakan Kapasitas Produksi Pani Gold Mine
18 Oktober 2026
Bocah Down Syndrome Dibully Teman hingga Meninggal dunia
18 Oktober 2026
Mangga Alpukat Melimpah saat Musim Kemarau Omzet Petani Meningkat
18 Oktober 2026
Bus Pariwista Tabrak Truk di Tol Ngawi-Solo, 3 Orang Tewas
18 Oktober 2026

MOST POPULAR

PENDIDIKAN

UMM Jadi Tuan Rumah iLeague BRI Goes to Campus, Olah Ragam Profesi Dibidang Sepakbola

HEADLINE

Ratusan Warga Blitar Demo Greenfields, Limbah Menyengat Cemari Sungai dan Lahan

HEADLINE

Bayi Perempuan Baru Lahir Ditemukan Tergeletak Tanpa Busana di Desa Ngaglik Blitar

HEADLINE

Polisi Amankan 2 Perempuan Diduga Belanja Pakai Uang Palsu di Malang

LAINNYA

Bocah Down Syndrome Dibully Teman hingga Meninggal dunia

18 Oktober 2026

Bus Pariwista Tabrak Truk di Tol Ngawi-Solo, 3 Orang Tewas

18 Oktober 2026

Medan Terjal Hambat Pemadaman Api di Gunung Lawu

18 Oktober 2026

BMKG: Mayoritas Wilayah Indonesia Diguyur Hujan Hari Ini 18 Oktober

18 Oktober 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?