Pasuruan, metrotvjatim.com : Sebuah video yang menampilkan sejumlah atlet Porprov Kota Pasuruan, Jawa Timur, menjadi perbincangan di media sosial. Dalam video tersebut, para atlet mengekspresikan kekecewaan terkait besaran bonus yang diterima usai ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025.
Video yang beredar memperlihatkan beberapa atlet cabang olahraga beladiri tinju menyampaikan protes secara emosional terhadap piagam penghargaan yang sebelumnya diberikan secara simbolis oleh Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo. Penyerahan penghargaan tersebut diketahui berlangsung pada Rabu, 25 Februari 2026, di Gedung Gradika Kota Pasuruan.
Salah satu atlet tinju, Alam Al Ghozali, menyampaikan bahwa kekecewaan muncul karena para atlet menilai perhatian terhadap pembinaan olahraga masih terbatas. Ia mengungkapkan, sebagian atlet harus membiayai kebutuhan latihan secara mandiri. Bahkan, menurutnya, fasilitas seperti kostum pertandingan dinilai belum setara dengan daerah lain.
Hal senada disampaikan Asisten Pelatih Tinju, Wahyu Kurniawan. Ia mengatakan kekecewaan atlet memuncak setelah mengetahui nominal bonus yang diterima mengalami penurunan dibandingkan Porprov sebelumnya.
Pelatih cabang olahraga panahan, Indah Yulianti, juga berharap adanya evaluasi ke depan agar perhatian terhadap atlet dan pelatih dapat lebih ditingkatkan, mengingat perjuangan mereka dalam membawa nama daerah di ajang tingkat provinsi.
Diketahui, pada Porprov IX Jawa Timur 2025, kontingen Kota Pasuruan berhasil meraih total 36 medali, terdiri atas 6 medali emas, 7 medali perak, dan 23 medali perunggu.
Sebagai perbandingan, pada Porprov VIII Jawa Timur 2023, peraih medali emas mendapatkan bonus Rp30 juta, perak Rp20 juta, dan perunggu Rp10 juta. Sementara pada Porprov IX 2025, bonus medali emas menjadi Rp10 juta, perak Rp7,5 juta, dan perunggu Rp5 juta.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Pasuruan terkait polemik besaran bonus tersebut.

