metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
EKONOMI

19 Kecamatan di Pidie Diserang Hama Wereng

Redaksi 25 Februari 2024
Share
3 Min Read

Pidie: Serangan hama wereng cokelat di kawasan Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, semakin sulit dihentikan. Awalnya pada bulan Januari lalu serangan hama pengisap cairan batang bawah padi itu ditemukan hanya di Kecamatan Geulumpang Baro, Mutiara Timur, Geulumpang Tiga dan Kembang Tanjung.

Kemudian pekan lalu serangan hama berukuran kecil dan berjalan kesamping itu sudah menyerbar lahan sawah 9 kecamatan. Ternyata hingga, Sabtu, 24 Februari 2024 hama penghisap cairan energi batang padi itu meluas lagi hingga 19 kecamatan.

19 kecamatan terkena serangan itu dari 22 kecamatan yang memiliki lahan sawah di Pidie. Adapun jumlah kecamatan di Pidie sebanyak 23.

Tiga lokasi yang belum terdeteksi serangan itu adalah Kecamatan Tangse, Geumpang dan Kecamatan Mane.

Baca Juga:  Harga Beras Masih Mahal Satgas Pangan Cek Gudang di Pasar Induk Cipinang

Koordinator POPT-PHP (Pengamat Organismen Pengganggu Tanaman-Pengamat Hama Penyakit) Dinas Pertanian Perkebunan Aceh di Pidie, Mahzal, mengatakan semua personelnya yang bertugas di berbagai kecamatan

semakin aktif turun ke lapangan. Mahzar berharap petani lebih rajin mengontrol tanaman padi dan perlu meningkatkan kewaspadaan. Terutama lahan sawah yang belum terkontaminasi perlu diselamatkan agar terhindar serangan.

Pihaknya mengingatkan populasi hama wereng itu sangat cepat dan banyak. Dalam satu pasangan saja bisa menetas 200 hingga 600 telur yang dalam tempo 8 hingga 10 hari siklus kehidupan hama itu bisa berkembang pesat.

Baca Juga:  Editorial Malam, Pembusukan Demokrasi Lewat Dewan Aglomerasi

Dikatakannya petani perlu melakukan penyemprotan secara benar dan tepat. Pertama adalah tepat jenis pestisida yaitu jagan salah menggunakan racun pembasmi.

Lalu tepat dosis penggunaan yakni jangan sampai lebih. Apalagi kurang, sehinga hama penyakit semakin kebal atau tidak sampai mematikan.

Kemudian kata Mahzal, harus tepat waktu penyemprotan. Yakni pukul 07 hingga 09 pagi atau pemukul 16.00 hingga menjelang malam. Watu-waktu tertentu itu saat hama berada di bagian batang atas atau sudah naik ke bagian pucuk daun.

“Paling penting lagi adalah tepat sasaran organisme pengganggu tanaman. Perhatikan juga tepat racun yang digunakan benar-benar untuk membasmi hama wereng cokelat” ungkap Mahzal.

Baca Juga:  Ratusan Warga Gresik Antre Sembako Murah, Tebus Separuh Harga

Adapun cepatnya meluas serangan dan semakin kencang pupolasi hama, ditenggarai dipicu oleh banyaknya penggunaan bening galur (benih ilegal tidak ada izin sebar) di Kabupaten Pidie dan sekitarnya. Itu termasuk pemicu paling serius hama wereng menyerang tanaman padi di Pidie.

Ada beberapa varietas benih galur yang beredar di Pidie, diantaranya adalah Cibatu (Ciherang batu), Bojeng (persilangan Cibatu-Boma), Kabir (Karawang Bireuen), dan Srikandi.

Adapun jenis paling banyak digunakan petani di Pidie dan sekitarnya adalah varietas Cibatu. Alasannya Cibatu bisa menghasilkan produksi panen lebih besar dari jenis galur lainnya yakni mencapa 12 ton/Ha (Hektare).

SHARE NOW
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

Bonek Galang Donasi Masker dan Tetes Mata untuk Masyarakat Terdampak Karhutla
19 Oktober 2026
PKB Jombang Bidik 16 Kursi DPRD di Pemilu 2029
19 Oktober 2026
Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo jadi Lokus Verifikasi Adipura 2026
18 Oktober 2026
Satu Pelaku Bullying Anak Down Syndrome hingga Meninggal Berstatus ABH
18 Oktober 2026
Cegah Panic Buying dan Penimbunan BBM, Polresta Malang Pantau 25 SPBU
18 Oktober 2026

MOST POPULAR

PENDIDIKAN

UMM Jadi Tuan Rumah iLeague BRI Goes to Campus, Olah Ragam Profesi Dibidang Sepakbola

HEADLINE

Ratusan Warga Blitar Demo Greenfields, Limbah Menyengat Cemari Sungai dan Lahan

HEADLINE

Bayi Perempuan Baru Lahir Ditemukan Tergeletak Tanpa Busana di Desa Ngaglik Blitar

HUKUM

Sabu Seberat 49,56 Gram Diamankan dari 2 Pria di Turen.

LAINNYA

Simulasi Cicilan KUR BRI Rp500 Juta, Ini Cara dan Syarat Pengajuannya

18 Oktober 2026

EMAS Akselerasi Proyek Fasilitas CIL 2, Lipat Gandakan Kapasitas Produksi Pani Gold Mine

18 Oktober 2026

Mangga Alpukat Melimpah saat Musim Kemarau Omzet Petani Meningkat

18 Oktober 2026

Dari Modal Rp 1 Juta, Faisol Jadi Raja Kerupuk Goreng Pasir Badang

17 Oktober 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?