Bojonegoro, metrotvjatim.com : Solidaritas dan kepedulian insan musik Bojonegoro kembali ditunjukkan melalui kegiatan bertajuk “Jamming Session and Discuss With Us”, sebuah konser amal dan tribute untuk mengenang almarhum Mario Kristiandy, musisi sekaligus drummer yang dikenal di kalangan musisi lokal.
Kegiatan yang digagas oleh Forum Musisi Bojonegoro (FMB), Sertamerta EO, dan Satu Sisi Cafe ini akan digelar pada Kamis, 4 Juni 2026, mulai pukul 19.30 WIB hingga 22.30 WIB di Satu Sisi Cafe Bojonegoro.
Selain menjadi ajang silaturahmi dan kolaborasi antarmusisi, acara tersebut juga bertujuan menggalang donasi untuk keluarga yang ditinggalkan almarhum Mario Kristiandy.
Dalam kegiatan disebutkan, seluruh donasi yang terkumpul akan disalurkan kepada keluarga almarhum sebagai bentuk kepedulian dan dukungan dari komunitas musik Bojonegoro.
Mengusung tema “Satu Nada, Satu Hati, Satu Kepedulian”, acara ini terbuka bagi seluruh musisi dan masyarakat umum yang ingin berpartisipasi. Sejumlah agenda telah disiapkan, mulai dari open jamming session, penampilan tribute untuk mengenang perjalanan almarhum, hingga penggalangan donasi secara langsung di lokasi acara.
Panitia juga menyediakan fasilitas donasi melalui rekening Forum Musisi Bojonegoro (FMB) bagi masyarakat yang ingin turut membantu namun tidak dapat hadir secara langsung.
Kegiatan ini menjadi bukti kuatnya rasa persaudaraan di kalangan musisi Bojonegoro. Semangat kolaborasi dan kebersamaan yang selama ini tumbuh melalui kegiatan jamming rutin di Satu Sisi Cafe diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga almarhum. Satu Sisi Cafe sendiri dikenal sebagai ruang kreatif yang secara rutin menjadi wadah kolaborasi musisi lintas generasi di Bojonegoro.
Panitia berharap para musisi dan pelaku seni dengan sukarela berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sebab, selain menjadi ajang mengenang sosok Mario Kristiandy yang telah memberikan kontribusi bagi dunia musik lokal, acara ini juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian sosial di tengah komunitas seni.
“Musik menyatukan kita, kepedulian menguatkan keluarga yang ditinggalkan.” menjadi pesan utama yang diusung dalam kegiatan amal tersebut.

