metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
PENDIDIKAN

Lestarikan Budaya Lokal, SMK Negeri 1 Grati Kenalkan Kembali Permainan Tradisional Kepada Siswa Baru Saat MPLS

Redaksi 17 Juli 2026
Share
2 Min Read

Pasuruan, metrotvjatim.com – SMK Negeri 1 Grati, Kabupaten Pasuruan, memiliki cara unik untuk mengakhiri Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah bagi siswa baru, dengan mengajak ratusan siswa bermain permainan tradisional, pada jum’at (17/7).

Ratusan siswa kelas 10 dari berbagai jurusan, terlihat antusias bermain permainan tradisional di lapangan sekolah, seperti permainan dakon atau congklak, bekel, bendan, gobak sodor, hingga bola tembak.

Dua siswa yang ikut dalam permainan tradisional pada MPLS, Iqbal Maulana dan Irtahul Jannah, mengaku sedikit lupa dan kaku dalam bermain, karena sudah lama tidak memainkan permainan tradisional di kampungnya.

Baca Juga:  Jokowi Hadir di KTT ASEAN- Australia

“Sudah hampir 3 tahun lamanya saya tidak bermain permainan tradisional, karena sekarang lebih sering bermain permainan atau game di handphone,” kata Iqbal Maulana.

“Sebenarnya saya sangat menyukai permainan tradisional, tetapi karena di kampung sudah tidak ada yang bermain permainan tradisional, akhirnya bermain permainan di handphone,” ungkap Iftahul Jannah.

Kepala SMK Negeri 1 Grati Nisful Layli, menjelaskan bahwa selain untuk melestarikan permainan tradisional dan mengenalkan kembali permainan tradisional yang saat ini sudah mulai ditinggalkan karena adanya gadget, kegiatan permainan tradisional ini juga bertujuan untuk meningkatkan kekompakan, kerjasama dan berbaur antar siswa.

Baca Juga:  Bawaslu Sulbar Periksa 24 Oknum ASN Tak Netral

“Pada akhir MPLS hari ini, sengaja kita ajak siswa kelas 10 bermain bersama dalam permainan tradisional, agar mereka saling mengenal karena mereka berasal dari berbagai sekolah, baik dari SMP maupun dari Mts.” Ujarnya.

Dengan kegiatan MPLS yang diisi dengan permainan tradisional ini, pihak sekolah berharap siswa dapat mengurangi bermain permainan di handphone, dan kembali mencoba permainan tradisional di sekolah maupun di kampungnya.

“Pengenalan permainan tradisional ini, diharapkan dapat membentuk generasi muda yang adaptif terhadap zaman, namun tetap dapat melestarikan kebudayaan lokal.” Pungkasnya.

SHARE NOW
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

Polsek Gayam Gencar Edukasi Siswa MPLS, Bangun Daya Tangkal Lawan Judol dan Narkoba
17 Juli 2026
BNNP Jawa Timur Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Malaysia
17 Juli 2026
Digaji Uang Rakyat, Oknum Camat Di Madiun Main Game Online Saat Rapat Paripurna DPRD
15 Juli 2026
Keputusan Pajak JHT hingga Aturan Outsourcing Ditargetkan Rampung Akhir Juli 2026
15 Juli 2026
Polda dan Kejati Perkuat Sinergi Penegakan Hukum di Jatim
14 Juli 2026

MOST POPULAR

HEADLINE

Ratusan Siswa MPLS di Gresik Kenakan Jersey Piala Dunia, Belajar Jadi Juara Sejak Hari Pertama

HEADLINE

Ratusan Siswa Baru SMPN 2 Ngawi Dibekali Bahaya Radikalisme dan Exstremisme Oleh Densus 88

HEADLINE

INKA Kembali Ekspor Dua Unit Locomotive Platform ke Australia

HEADLINE

Jelang Masuk Sekolah, Toko Seragam di Surabaya Diserbu Pembeli

LAINNYA

Jelang Masuk Sekolah, Toko Seragam di Surabaya Diserbu Pembeli

12 Juli 2026

Ratusan SD dan SMP di Ngawi Tidak Memenuhi Pagu SPMB 2026

9 Juli 2026

Ratusan Siswa Baru SMKN 1 Paron Ngawi Ikuti Pembekalan dan Penguatan Karakter Nilai-nilai Bela Negara Pra MPLS

9 Juli 2026

Marak Siswa Kota Madiun Gagal Masuk SMA Negeri. Cabang Dindik Jatim Di Madiun Akui Daya Tampung SMA Negeri Terbatas

1 Juli 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?