Ngawi, metrotvjatim.com – Ratusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kabupaten Ngawi Jawa Timur tidak memenuhi pagu dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026, kamis (08/07/2026).
Menurut Zainal Fanani, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ngawi, di kabupaten Ngawi ada 502 Lembaga SD, terdiri 472 SD Negeri dan 31 SD Swasta, pihaknya menyiapkan 14 ribu pagu, tapi yang sudah terdata di SPMB tahun 2026 yang masuk kurang lebih hanya 7.255 peserta didik, jadi hanya tercapai pagu 50 persen.
Sedangkan untuk jumlah SMP di kabupaten Ngawi ada 82 lembaga, terdiri dari 32 SMP Swasta dan 52 SMP Negeri. Kemarin kita siapkan pagu kurang lebih 9.344 yg masuk ke SPMB tahun ini hanya 7.005 siswa, sehingga masih ada minus kurang lebih 2.330 siswa.
” Penyebabnya kekurangan pagu dalam SPMB SD ini memang output dari TK dan SD yang berkurang menjadi kendala utama, Sehingga mungkin tahun depan akan kita lakukan rasionalisasi terkait pagu tersebut,” Ungkap Zainal.
Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ngawi akan melakukan tindakan memetakan ulang lembaga SMP dan akan mengumpulkan MKKS untuk menyesuaikan atau menasionalisasi pagu sesuai dengan sarana prasarana, SDM yang ada di sekolah maupun tenaga pendidikan
” Mau tidak mau untuk tahun depan kita lakukan rasionalisasi sesuai dengan pagu dengan output yang ada, kalau SD jenjang TK, kalau SMP output dari SD,” Tutur Zainal.
Hal lain yang menjadi tidak memenuhinya pagu, juga disebabkan ada sekolah sekolah swasta di bawah kementerian Agama yang membuat sebagian siswa memilih masuk ke MTS dan MI, juga sebaliknya. ( Rzl )

