Tuban, metrotvjatim.com : Menjelang Hari Raya Idulfitri, permintaan atribut ibadah di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mulai meningkat signifikan. Salah satunya adalah songkok tradisional khas Tuban. Antusiasme masyarakat yang ingin tampil lebih rapi dan baru saat momen silaturahmi Lebaran membuat sejumlah pengrajin rumahan kebanjiran pesanan. Bahkan, jumlah permintaan meningkat hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.
Di sebuah rumah sederhana di Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, kesibukan tampak di kediaman Manaf Abdi (67). Pria tersebut berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan puluhan pesanan songkok menjelang Lebaran.
Sejak awal bulan Ramadan, pesanan terus berdatangan dari berbagai wilayah di Tuban hingga luar kota. Dalam proses produksinya, Manaf tidak bekerja sendiri. Ia dibantu oleh sang istri, Rasulinda.
Dalam sehari, pasangan ini mampu memproduksi sekitar 30 hingga 40 buah songkok tradisional. Keterampilan Manaf dalam menjahit telah ia tekuni sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.
Dengan tangan yang sudah terlatih, Manaf hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit untuk menyelesaikan satu buah songkok hitam polos.
Beragam jenis songkok diproduksi di rumah tersebut, mulai dari songkok bludru hitam, songkok full AC, hingga songkok batik khas Tuban. Menariknya, tahun ini songkok batik dengan sentuhan motif karakter menjadi yang paling diminati. Perpaduan motif batik dan kain bludru halus memberikan kesan eksklusif namun tetap mempertahankan nilai tradisional.
Meski hanya merupakan usaha rumahan, Manaf tetap mengutamakan kualitas. Setiap produk diperiksa dengan teliti sebelum masuk tahap pengemasan. Harga yang ditawarkan pun terjangkau, mulai dari Rp30 ribu hingga Rp75 ribu, tergantung jenis dan kualitas bahan.
Kualitas jahitan yang rapi serta harga yang bersahabat membuat banyak pelanggan merasa puas. Produk songkok buatan Manaf bahkan dinilai mampu bersaing dengan produk pabrikan.
Selain memproduksi songkok, Manaf yang telah menekuni usaha ini sejak tahun 2017 juga membuat udeng khas Tuban. Ketekunannya menjaga kerajinan tradisional tersebut kini membuahkan hasil, terutama saat Ramadan ketika permintaan meningkat tajam.

