Magetan, metrotvjatim.com – Sejumlah peternak ayam petelur di kabupaten Magetan Jawa Timur mengeluhkan anjloknya harga telur sejak dua bulan terakhir ini. Mereka mendatangi kantor Pemkab Magetan dan langsung ditemui oleh Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Magetan, Sucipto dan perwakilan Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan di ruang rapat Suryo kantor Pemkab Magetan, selasa (23/06/2026).
Dihadapkan Bupati Magetan, mereka mengeluh anjlok harga telur ayam hingga Rp.19.000 perkilogram, sedang untuk mendapatkan keuntungan harga telur ayam seharusnya dijual dengan harga Rp.25.000 perkilogramnya.
Menurut peternak ayam petelur, Nur Muhamad Ali, selain harga telur yang anjlok, naiknya harga pakan dari Rp.450.000 perkarungan menjadi Rp.460.000 perkarung membuat peternak semakin merugi dan terancam gulung tikar.
” Saat ini peternak hanya berharap kebijakan yang telah diterbitkan pemerintah pusat bisa segera diimplementasikan hingga ke tingkat daerah, agar harga telur kembali normal,” Ungkap Muhamad Ali.
Dalam pertemuan itu, peternak dan pemerintah daerah sepakat akan melakukan koordinasi dengan daerah penghasil telur lainnya, diantaranya kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang sebagai sentral penghasil produksi telur, yang dinilai penting karena harga dari daerah tersebut sangat mempengaruhi kondisi harga telur di pasaran.
Sementara, Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama perwakilan peternak, Dinas Perdagangan dan Dinas Peternakan dari sentra produksi telur yaitu Magetan, Malang dan Blitar untuk membahas anjloknya harga telur di pasaran.
” Pertemuan atau audensi ini, sebagai upaya pemerintah daerah untuk mencari solusi anjloknya harga telur dan bisa membuat harga telur kembali stabil, demi keberlangsungan peternak kecil di kabupaten Magetan,” Tutur Wakil Bupati Magetan.

