Jombang, Metrotvjatim.com- Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, memasuki hari puncak pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Agenda utama hari ini adalah penentuan mekanisme pemilihan serta pemungutan suara untuk posisi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode 2027-2031.
Dikutip dalam tayangan Headline News Metro TV , Sabtu, 29 Agustus 2026, rangkaian acara dimulai sejak pagi tertutup dengan enam sidang komisi yang digelar secara. Memasuki sore hari pukul 15.30 hingga 17.00 WIB, muktamar akan melaksanakan Sidang Pleno IV untuk menetapkan skema pemilihan pimpinan tertinggi organisasi tersebut.
Saat ini, mekanisme pemilihan Ketua Umum masih menjadi dinamika. Terdapat dua opsi yang berkembang: pertama, melalui pemungutan suara langsung oleh 557 muktamirin (peserta pemilik suara). Kedua, usulan agar Ketua Umum dipilih langsung oleh Rais Aam terpilih. Sementara itu, posisi Rais Aam tetap akan terjadi melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Setelah mundurnya Prof. Nasaruddin Umar dari bursa pencalonan, bursa Ketua Umum PBNU kini mengerucut pada dua nama kuat, yakni petahana KH Yahya Cholil Staquf dan Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.
Untuk posisi Rais Aam, empat nama yang menguat, yaitu Kiai Kafabihi Mahrus (Pengasuh Ponpes Lirboyo), petahana KH Miftachul Akhyar, mantan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, dan KH Said Aqil Siroj.
Pemilihan diadakan berlangsung malam ini mulai pukul 19.30 WIB. Selain menentukan pemimpin baru, para muktamirin berharap hasil Muktamar Jombang ini dapat membawa kemaslahatan bagi bangsa serta memperkuat arah perjuangan Nahdlatul Ulama di masa depan.

