
Pasuruan, Metrotvjatim.com- International Animal Photo and Video Competition (IAPVC) 2026 dengan mengusung tema “From Lens to Legacy” kembali digelar di The Grand Taman Safari 2 Prigen, Pasuruan, pada Sabtu-Minggu (12-13/9/2026).
Ajang kompetisi fotografi dan videografi yang diikuti oleh ratusan peserta dari Jawa Timur hingga Jawa Barat ini, tidak hanya mengajak peserta untuk menghasilkan visual yang bagus, tetapi juga untuk mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi satwa liar langka, serta mempromosikan konservasi satwa liar langka melalui seni fotografi dan videografi.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, ajang IAPVC 2026 kali ini menghadirkan berbagai kategori, mulai dari Wildlife Photo Story (cerita visual satwa liar melalui foto), Wildlife Short Video Story (cerita video pendek tentang satwa liar), hingga Wildlife Roadshow Story Challenge (tantangan mengambil foto satwa liar sambil berkeliling).
Aswin Sumampau, Board Member Taman Safari Indonesia mengatakan, dalam pelaksanaan ajang IAPVC ini, seluruh peserta diajak mengikuti Safari Journey di Taman Safari Indonesia 2 Prigen, untuk melakukan hunting foto dan mengabadikan berbagai aktivitas satwa secara langsung.
“Kami ingin peserta yang mengikuti ajang IAPVC dI Taman Safari 2 Prigen, tidak hanya mendapatkan foto dan video yang bagus, tetapi juga mendapat pengalaman baru, seperti saling bertukar cerita, pengalaman, dan perspektif antar peserta,” kata Aswin.
Di dalam Taman Safari Indonesia 2 Prigen Pasuruan, saat ini terdapat lebih dari 673 spesies dan 22.963 satwa dan menarik lebih dari 5 juta pengunjung setiap tahunnya.
“Dengan banyaknya spesies satwa liar di dalam Taman Safari Indonesia 2 Prigen, peserta akan memiliki banyak pilihan satwa mana yang dapat dijadikan sasaran foto dan video,” ungkap Aswin.
Banyaknya spesies satwa di dalam Taman Safari Indonesia 2 Prigen, memberikan cerita seru sekaligus tantangan tersendiri bagi Arif, salah satu peserta kompetisi fotografi yang telah mengikuti ajang IAPVC sebanyak 2 kali.
Meski berhasil menangkap beberapa momen unik, Arif mengaku terkendala dengan terbatasnya durasi waktu jelajah area safari yang sangat luas.
“Karena waktunya terbatas, momen untuk mengambil foto pun harus tepat, cepat dan presisi, agar hasil foto yang diberikan kepada dewan juri adalah hasil foto yang bagus, yang memiliki pesan dan daya tarik sesuai kategori dalam ajang IAPVC,” ujar Arif.
Keberadaan kawasan konservasi seperti Taman Safari Indonesia 2 Prigen, memberikan kesempatan bagi para fotografer dan videografer untuk dapat mengabadikan foto dan video satwa liar di dalam lingkungan yang menyerupai alam bebas, sehingga satwa tidak nampak berada di dalam kandang.
“Suasana yang disetting mirip alam bebas, membuat foto dan video menunjukkan satwa berada di alam bebas, ini sangat menarik,” pungkas Arif. (Nam)

