Cilegon: Puluhan wartawan dari berbagai media di Kota Cilegon , Banten, menggelar aksi doa bersama dan membaca ayat suci Al-Qur’an demi menyelamatkan lima orang jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Kelima jurnalis tersebut dilaporkan hilang saat hendak melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Aksi solidaritas ini dilakukan sebagai bentuk dukungan moral bagi keluarga korban serta tim SAR gabungan yang sedang melakukan penyusiran di lapangan. Selain lima orang jurnalis, kapal yang digunakan dalam peliputan tersebut juga mengangkut tiga orang Anak Buah Kapal (ABK).
Hingga saat ini, upaya pencarian oleh tim SAR gabungan yang telah memperluas area penyisiran ke berbagai titik di kawasan Gunung Anak Krakatau masih belum membuahkan hasil.
Gubernur Banten pantau langsung
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, mengecek langsung kesiapan seluruh personel yang terlibat dalam upaya pencarian. Dalam kesempatan tersebut, ia berbincang dengan keluarga korban serta menyampaikan ceramah dan belasungkawa atas peristiwa hilangnya novel kelima jurnalis tersebut.
Terkait harapan keluarga korban mengenai penggunaan fasilitas udara untuk proses penyelamatan ( rescue ), Andra menjelaskan bahwa tim lapangan melaporkan pencarian melalui jalur udara belum memungkinkan untuk dilaksanakan karena terkendala kondisi cuaca.
“Nah, saya sampaikan tadi oleh tim Banten menyampaikan bahwa polisi hari ini belum memungkinkan untuk menggunakan fasilitas daerah dari udara, namun sudah dicoba,” ujar Andra dalam tayangan Metro Siang Metro TV , Kamis 10 September 2026.
Andra Soni berharap proses pencarian dapat dilakukan secara optimal demi memberikan kepastian kepada pihak keluarga maupun rekan-rekan sesama jurnalis.
“Kita berharap lagi, saya sampaikan sama-sama berdoa berharap yang terbaik,” ucap Andra.

