Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan di pagi hari ini stabil.
Mengutip data Bloomberg , Selasa, 15 September 2026, rupiah hingga pukul 09.26 WIB berada di level Rp17.667 per USD. Mata uang Garuda tersebut naik tipis dua poin atau setara 0,01 persen dari Rp17.669 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance , rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.630 per USD. Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menyatakan pelemahan rupiah mempengaruhi kenaikan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS.
Data inflasi bulan Agustus menunjukkan kenaikan indeks harga konsumen inti sebesar 0,3 persen secara bulanan (tidak termasuk biaya pangan dan energi), ucap Ibrahim seperti dikutip dari Antara .
Mengutip Xinhua , kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK)/CPI AS secara tahunan mencapai 3,4 persen. IHK inti, yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi yang fluktuatif, tercatat sebesar 2,4 persen.
Menurut Ibrahim, kenaikan tersebut memperkuat perkiraan Federal Reserve (The Fed) kemungkinan akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun pada pertemuan pekan ini.
Pasar kini disebut menjelaskan adanya kemungkinan sekitar 88 persen bagi kenaikan suku bunga pada bulan September.
“Kenaikan suku bunga juga dapat memicu ketegangan politik bagi The Fed. Presiden Donald Trump kembali mendatangkan penurunan suku bunga pada hari Minggu (13/9), melanjutkan kritik terbarunya terhadap sikap kebijakan bank sentral tersebut,” ungkapnya.

