Kediri, Metrotvjatim.com- Guna mendukung penegakkan hukum yang berkeadilan dan bermartabat, tepat dua tahun di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo – Gibran, puluhan ulama dan kyai sepuh menggelar forum silaturahim di Ponpes Lirboyo Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (21/10/2026).
Para ulama dan Kyai sepuh seperti KH. Sofyan Yahya dari Bandung, KH. Muhyiddin Ishak dari Jakarta, mantan Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan pengasuh Ponpes Lirboyo KH Anwar Manshur juga hadir.
Pertemuan ulama dan Kyai Sepuh berlangsung tertutup di aula Ponpes Lirboyo Kota Kediri. Sekitar 2 jam berlangsung, silaturahmi ulama dan Kyai sepuh selesai dan menghasilkan beberapa kesepakatan.
“Kami akan menyampaikan hasil kesepakatan ulama dan Kyai sepuh ini kepada Presiden, DPR, dan penegak hukum lainnya. Yang intinya kami mendukung penegakan hukum yang berkeadilan dan bermartabat,” Kata KH Muhibbul Aman Ali, jubir forum kyai.
Kuasa hukum Gus Yaqut, Dodi Abdul Kadir, mengatakan pertemuan di Lirboyo merupakan bentuk dukungan moral. Dukungan tersebut bukan bertujuan menghalangi proses penegakan hukum.
Pihaknya justru menginginkan agar perkara ditangani secara adil dan dengan mempertimbangkan konteks kebijakan yang diambil saat itu.
“Kami tidak bermaksud menghalangi penegakan hukum. Kami justru menghendaki proses hukum yang adil, cermat, dan tidak melepaskan suatu kebijakan dari keadaan ketika kebijakan itu ditetapkan,” jelas Dodi.
“Dengan adanya pencabutan dari tidak kurang dari empat saksi yang mencabut semua keterangan yang sangat penting di dalam penegakan korupsi yang dijadikan dasar penetapan tersangka kepada Pak Yaqut, yaitu bahwa Gus Yaqut ada menerima dana, dan kemudian itu dicabut,” imbuh Dodi.
Selanjutnya, hasil dari kesepakatan ulama dan Kyai sepuh tersebut, akan dikirim kepada Presiden, aparat penegak hukum dan DPR, sebagai masukan agar terciptanya penegakan hukum yang berkeadilan dan bermartabat. (Rahman)

