Probolinggo, Metrotvjatim.com – Pondok pesantren kini membuktikan tajinya di sektor ekonomi kreatif. Melalui ajang Dini Halal Expo Pondok Pesantren 2026 di Kota Probolinggo, ratusan santri sukses memamerkan beragam produk unggulan mulai dari makanan, minuman, kerajinan tangan, hingga kosmetik.
Inisiatif luar biasa ini lahir dari kepedulian anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai NasDem, Dini Rahmania. Berkat aspirasi para santri yang sudah mengantongi sertifikat halal namun kesulitan mencari tempat berjualan, Dini akhirnya mewujudkan expo tersebut.
“Ide ini muncul ketika saya melakukan sosialisasi sertifikasi halal mandiri. Mereka mengaku sudah punya sertifikat, tetapi masih bingung mencari wadah untuk memasarkan produknya,” ungkap Dini saat ditemui di lokasi kegiatan.
Selain memberikan ruang pameran, acara yang bertepatan dengan Hari Santri Nasional 2026 ini juga menggandeng Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kehadiran para pejabat BPJPH, termasuk Kasubbag Tata Usaha Deputi Bidang Kemitraan Farhan serta Kepala Penyelenggara Jaminan Produk Halal Jatim Fauzi, semakin memperkuat esensi acara ini.
Meskipun antusiasme santri sangat tinggi, tantangan mendasar masih terletak pada legalitas produk. Oleh karena itu, BPJPH berkomitmen untuk menggenjot proses pendampingan agar seluruh pelaku usaha pesantren bisa mengurus sertifikat halal dengan mudah.
“Dini Halal Expo ini merupakan sosialisasi yang sangat bagus karena menjangkau audiens yang beragam,” jelas Fauzi.
“Namun, dari sisi pesantren, kita memang masih harus meningkatkan kepemilikan sertifikat halal,” tambahnya.
Bahkan, Fauzi menilai kegiatan ini sangat efektif dalam memperkenalkan pentingnya standar kehalalan kepada masyarakat luas. Melalui kolaborasi ini, pihak BPJPH siap memperluas jangkauan pendampingan secara intensif.
Sejalan dengan kesuksesan acara di Probolinggo, Dini berharap program serupa tidak berhenti di tingkat kota saja. Terlebih, potensi ekonomi pesantren terbukti sangat besar dan mampu bersaing di pasaran. Oleh sebab itu, ia merencanakan agar expo ini bisa naik level hingga tingkat provinsi pada masa mendatang.
Melalui dukungan penuh dari berbagai pihak, produk-produk buatan santri kini selangkah lebih maju untuk menembus pasar nasional maupun global. Dengan demikian, kemandirian ekonomi pesantren bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang siap digenggam. (Ulhaq)

