Madiun, Metrotvjatim.com – Tim laboratorium forensik (Labfor) Polda Jawa timur melakukan olah TKP pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Dwi Bagus Martono, pria beralamatkan jalan Doho, kota Madiun terhadap DH dan AG yang tak lain istri siri dan anak hasil hubungannya dengan DH, Senin (26/10/2026)
Pantauan Metrotvjatim.com, sedikitnya tujuh personil Labfor Polda Jatim fokus di rumah milik istri sah DBM di jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo dimana rumah tersebut diduga kuat sebagai tempat DBM melakukan aksi kejinya.
Informasi yang beredar, DH dan AG dari Bogor tiba di Kota Madiun hendak bertemu Dwi Bagus Martono. Bersama DH dan AG mereka sempat singgah di sebuah hotel di jalan Dr Sutomo. Di tempat inilah Dwi Bagus Martono menghabisi nyawa DH, sedangkan AG dibunuh di dalam mobil di sebuah rumah di jalan Doho, Kelurahan, Manguharjo.
Nekadnya, saat itu pelaku sempat membuat laporan orang hilang yang tak lain dilaporkannya nama DH dan AG ke Mapolres Madiun kota. Dalam perkembangannya keluarga korban pun melaporkan keberadaan DH dan AG. Dari hasil penyelidikan polisi, melalui CCTV sebuah hotel diketahui Dwi Bagus Martono diketahui sebagai orang terakhir yang bersama kedua korban.
Polisi pun memburu Dwi Bagus Martono yang kemudian berhasil ditangkap oleh tim Jatanras Polda Jawa Timur di wilayah Jombang.
Sementara itu tim Labfor Polda Jatim selama empat jam memeriksa rumah jalan kunir karena di rumah tersebut dijadikan DBM sebagai tempat merusak tubuh mayat kedua korban. Dalam pencarian barang bukti, di rumah ini terlihat sebuah palu, gergaji serta petugas menemukan sebuah tumpukan bata ringan mirip tempat pembakaran.
Kapolres Madiun Kota, AKBP Rizki Pratama, yang berada di lokasi saat ditanya wartawan mengenai cara pelaku menghabisi korban tidak banyak menjelaskan. Pihaknya menunggu hasil temuan olah TKP tim Labfor Polda Jatim.
“Belum ya, kami masih menunggu temuan olah TKP kemudian kita rangkai kronologinya sehingga dapat disimpulkan nantinya,” ujar AKBP Rizki Pratama.
Saat ini pihak Polres Madiun Kota tengah berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur dalam upaya penuntasan drama pembunuhan sadis di Kota Madiun tersebut (Iya)

