metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
Informa

Dari Sepeda Angin ke Gudang Grosir, Jalan Panjang Samsul Arif Berjuang untuk Keluarga

Rudi Pardosi 5 November 2026
Share
4 Min Read
Samsul Arif berada di toko sembako miliknya. (Foto: Metrotvjatim.com/ Amir)

Jombang, Metrotvjatim.com – Di sudut Pasar Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, sosok Samsul Arif (47) tak lagi asing. Pria itu kini dikenal sebagai pemilik toko sembako yang ramai dikunjungi pembeli. Namun, siapa sangka, perjalanan usahanya dahulu dimulai dari pekerjaan yang jauh dari kata mapan, menjual jasa selep tepung.

Semua berawal pada Tahun 2001. Samsul Arif memulai hari-harinya dengan mengayuh sepeda angin dari rumah menuju pasar. Dengan tekun, ia melayani warga yang membutuhkan jasa selep tepung.

Pendapatan dari pekerjaan itu tidak besar, tetapi cukup untuk menyambung hidup dan menabung sedikit demi sedikit.

Titik balik datang setelah ia menikah. Pada 2007, dengan tabungan yang dimiliki, Samsul memberanikan diri membeli kios berukuran 2 x 3 meter di Pasar Bandung seharga Rp7,5 juta. Keputusan itu ia ambil untuk mewujudkan keinginan sang istri membuka toko di pasar. Bermodal awal Rp2 juta, kios kecil itu mulai diisi berbagai kebutuhan pokok untuk dijual.

Baca Juga:  Bandara Juanda Layani Penerbangan Embarkasi Jemaah Haji Gelombang Kedua

“Dulu biasa saja mas. Sekarang sudah Alhamdulillah. Yang penting tekad yang kuat, karena semua demi keluarga,” ucap Samsul, lirih.

Perlahan tetapi pasti, usaha Samsul akhirnya tumbuh. Pada 2017, ia mengajukan pinjaman pertama ke BRI melalui KUR sebesar Rp25 juta. Dana itu dipakai untuk membeli kios lagi sehingga tempat usahanya menjadi lebih luas, dari 2 x 3 meter menjadi 6 x 2 meter. Modal tersebut juga digunakan untuk menambah stok barang dagangan agar semakin beragam dan lengkap.

Tiga tahun kemudian, Samsul kembali mengajukan KUR BRI secara berturut-turut: Rp50 juta, Rp50 juta, hingga terakhir Rp60 juta. Tambahan modal itu ia manfaatkan untuk mengembangkan usaha dan membeli sebuah mobil pickup. Kendaraan itu sangat berarti baginya.

Baca Juga:  Trafik Penumpang di Bandara Juanda Tumbuh 8,3 Persen Hingga H+4 Lebaran

“Dulu mengangkut barang pakai sepeda motor. Namun, karena barang semakin banyak, jadi g muat,” katanya.

Berkat kerja keras, pengelolaan usaha yang baik, serta akses permodalan yang tepat, bisnis sembako Samsul terus berkembang. Omzet usahanya meningkat, dan taraf hidup keluarganya ikut membaik.

Dari hasil usaha itu, ia berhasil membeli tanah dan membangun rumah, membeli mobil untuk kebutuhan keluarga, membiayai pendidikan kedua putranya hingga kuliah, bahkan menyiapkan keberangkatan haji bersama sang istri.

Tak berhenti sampai di situ. Samsul kini mulai merintis usaha baru. Dengan pinjaman BRI terakhir sebesar Rp60 juta, ia membeli tanah dan membangun gudang di rumahnya. Gudang itu dipersiapkan untuk usaha grosir berbagai kebutuhan pokok. Ia berharap kelak usaha tersebut dapat dikelola oleh putranya setelah menyelesaikan kuliah pada 2027 mendatang.

Baca Juga:  Rem Blong di Lampu Merah, Fuso Tabrak 5 Kendaraan. 4 Orang Luka

Bagi Samsul, akses permodalan menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan usahanya. Ia mengaku selama ini memilih BRI karena menilai bunganya relatif rendah, proses kreditnya cepat dan mudah, serta pelayanan petugasnya memuaskan. Pelayanan mantri dan petugas BRI, menurutnya, membuatnya nyaman untuk terus memanfaatkan fasilitas pembiayaan tersebut.

Kisah Samsul Arif adalah bukti bahwa usaha besar tidak selalu dimulai dari modal besar. Dari kayuhan sepeda angin dan jasa selep tepung, ia perlahan membangun mimpi. Dengan ketekunan, keberanian melangkah, dan pengelolaan modal yang tepat, kios kecilnya kini berkembang menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan bagi keluarga. (Amir)

SHARE NOW
TAGGED: Cerita Hidup, Jombang, Toko Sembako
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

Kapolda Jatim Kukuhkan Dai Polri dan Dai Kamtibmas, Perkuat Kondusivitas Wilayah
5 November 2026
Polres Ngawi Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi
5 November 2026
Bareskrim akan Hentikan Laporan Terhadap Bupati Sidoarjo, Unsur Pasal Tidak Terpenuhi
5 November 2026
BULOG dan Bapanas Perkuat Peternak Mikro, Sinergikan Penyaluran Jagung SPHP dan Pembelian Telur
5 November 2026
Hujan Deras Picu Longsor di Kabupaten Malang, Jalan Raya Sempat Tertutup Total
5 November 2026

MOST POPULAR

HUKUM

Diduga Libatkan Mafia Tanah, Direktur PT BS Dilaporkan ke Polda Jatim

Informa

PS Namoy dan Hardcore Punk Galang Donasi untuk Anak Kanker

HUKUM

Polres Malang Mediasi Kasus Bullying Anak di Gondanglegi

PENDIDIKAN

Polres Malang Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Cegah Bullying hingga Tawuran Pelajar

LAINNYA

Hujan Deras Picu Longsor di Kabupaten Malang, Jalan Raya Sempat Tertutup Total

5 November 2026

Kapolda Jatim Silaturahmi dengan KSPI Tegaskan Komitmen Kawal Hak Buruh

4 November 2026

Jumlah Penumpang PELNI Surabaya Naik Periode Januari – Oktober 2026

4 November 2026

Alat Berat Dikerahkan Tangani Banjir dan Longsor di Kabupaten Malang

4 November 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?