Jakarta: Tim SAR gabungan tidak merekomendasikan fokus masuk ke bawah bangkai KMP Virgo Transport 8 karena kondisi kapal yang tidak stabil dan berisiko fatal bagi keselamatan penyelamatan.
Kepala SAR Mission Coordinator (SMC) Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan area bawah kapal, terutama bagian ruang muat yang terdapat kendaraan, menjadi titik yang sangat berisiko untuk dilakukan pencarian .
“Secara keselamatan itu sangat berisiko bagi para penyelam ya. Kami sebagai SMC mendapat Arah dari pimpinan memberikan apa satu peringatan kepada tim penyelaman agar tidak melakukan pencarian di bawah kapal,” kata I Putu dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis 24 September 2026.
Menurut I Putu, aktivitas penyelaman maupun pembongkaran di bawah kapal dapat mempengaruhi kestabilan bangkai KMP Virgo. Pergerakan kapal ketika penyelamatan melakukan aktivitas di bawah badan kapal dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
“Nah begitu kita mencari di bawah perairan, di bawah kapal, begitu ada gerakan-gerakan yang kita lakukan ya terkait dengan pembongkaran apa pun itu akan menimbulkan satu ketidakstabilan lagi di badan kapal,” ujarnya.
Oleh karena itu, tim SAR akan tetap mengutamakan keselamatan penyelamatan. Pencarian di bagian bawah kapal hanya akan dilakukan jika kompartemen tersebut dapat dijangkau dengan cara yang dinilai aman.
“Saya selaku SMC selalu akan mengutamakan keselamatan tim ya. Nah maka dari itu untuk daerah-daerah yang memang berada di bawah kapal dan itu sangat-sangat berisiko tinggi dan fatal bagi penyelaman, kami tidak akan merekomendasikankan,” kata I Putu.
“Kami akan merekomendasikan apabila daerah itu atau kompartemen itu dapat dicapai dengan cara yang aman ,” lanjutnya.
Operasi SAR KMP Virgo Transport 8 memasuki hari ke-11. Bangkai kapal berada di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada kedalaman sekitar 30 meter di bawah permukaan laut.
Selain penyelaman, tim SAR menggunakan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV) untuk menjangkau bagian dalam bangkai kapal. Alat tersebut mengendalikan operator untuk melihat lorong dan kompartemen kapal sekaligus mendokumentasikan kondisi di dalamnya.
Pencarian di dalam kapal dilakukan secara bertahap. Tahap awal difokuskan pada kamar penumpang kelas ekonomi dan eksekutif, kemudian dilanjutkan ke kompartemen lain dengan mempertimbangkan kondisi dan keamanan kebocoran serta arus bawah laut.
Selama enam hari operasi, tim SAR gabungan telah menjelajahi area laut sekitar 6.600 mil persegi. Pencarian di permukaan belum menemukan hasil sehingga fokus kemudian diarahkan ke area bawah air di sekitar bangkai kapal.
Kondisi arus laut, tekanan udara pada kedalaman sekitar 30 meter, keterbatasan ruang gerak, serta bangkai kapal yang terus bergerak menjadi tantangan dalam proses evakuasi. Tim juga harus menggunakan teknik khusus untuk membuka akses ke bagian kapal yang berada di bawah air.
Hingga Rabu malam, sebanyak 136 korban KM Virgo Transport 8 telah ditemukan dan dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 108 orang selamat dan 28 orang meninggal dunia. Pencarian korban lainnya masih terus dilakukan di sekitar bangkai kapal dan wilayah perairan sekitarnya.

