Palangkaraya, Metrotvjatim.com- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, semakin parah. Kondisi ini turut berdampak pada kesehatan warga, ditandai dengan meningkatnya jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan kasus ISPA terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
“Dari bulan Juni kurang lebih 1.849 kasus, di bulan Juli ada peningkatan menjadi 2.293 kasus, sedangkan bulan Agustus sampai dengan kemarin ada 2.584 kasus,” kata Riduan di Palangkaraya, Jumat, 28 Agustus 2026.
Kabut asap menyelimuti Kota Palangkaraya hampir sepanjang hari. Kondisi ini dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas dan membuat kualitas udara semakin buruk.
Berdasarkan indeks kualitas udara, kondisi udara di Palangkaraya berada pada angka 201 atau masuk kategori tidak sehat. Sehari sebelumnya, pada 27 Agustus, indeks kualitas udara bahkan mencapai 467 dan masuk kategori berbahaya.
Riduan mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Warga juga diminta tetap menggunakan masker dan memperbanyak minum air putih untuk menjaga kondisi tubuh di tengah kabut asap.

