Malang: Kebakaran hutan dan lahan ( karhutla ) yang melanda kawasan Gunung Butak dan Gunung Kawinajang di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terus meluas hingga 478 hektare. Upaya pemadaman melalui udara menggunakan helikopter water bombing bahkan harus dihentikan sementara akibat faktor cuaca ekstrem di puncak gunung.
Kondisi angin kencang di sekitar lokasi kejadian membuat helikopter pemadam kebakaran tidak dapat mengeluarkan udara secara aman ke titik api. Selain itu, medannya yang sangat curam membuat opsi pemadaman jalur darat kini sudah tidak memungkinkan untuk dilakukan oleh tim gabungan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan kobaran api telah meluas area sabana hingga lereng gunung. Pihaknya terus memantau pergerakan titik api sambil menyiagakan personel gabungan di pos penanganan darurat.
“Api saat ini sudah tidak bisa dipadamkan lewat darat karena api terlalu luas. Posisi api ada di tempat curam sehingga mengandalkan helikopter untuk melakukan water bombing,” kata Sadono Irawan, Senin, 14 September 2026.
Meskipun vegetasi di daerah sabana Gunung Butak dan sisi selatan Gunung Kawinajang hangus terbakar, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pusat pemantauan udara dan tempat pengambilan udara di Perumahan Nilaya juga terus dijaga ketat oleh petugas.
“Helikopter setelah melakukan pemantauan keliling, tidak berani melakukan water bombing karena angin kencang,” ungkap Sadono.
Tim gabungan yang melibatkan unsur TNI, Polri, Perhutani, BPBD, hingga lawan lokal kini berfokus pada pemantauan pada pergerakan angin. Jalur pendakian di sekitar Gunung Butak, Gunung Panderman, dan Gunung Bokong juga terus melebar untuk mengantisipasi potensi bahaya susulan.
“Karena masih ditemukan titik api disarankan tetap diperlukan kehadiran anggota Polri untuk standby di Posko Bencana Dusun Tulungrejo Desa Pujon Kidul,” jelas Sadono.
Rencananya, upaya pemadaman udara dengan helikopter water bombing akan kembali dicoba jika kondisi cuaca dan kecepatan angin di area puncak membaik. Personel kepolisian, Perhutani, BPBD dan tim relawan juga dijadwalkan melakukan pemantauan melewati Jalur Pendakian Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul.
“Rencana tindak lanjut pada hari Senin, helikopter akan melakukan water bombing jika kondisi alam mendukung,” kata Sadono.

