Gresik, metrotvjatim.com – Warga Gang Putat 1A dan 1B, Kelurahan Kebomas, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dikejutkan suara ledakan dari lokasi galian pipa di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Rabu, 21 Oktober 2026 malam.
Warga yang masih terjaga berhamburan keluar rumah karena khawatir terjadi sesuatu yang membahayakan.
Peristiwa sekitar pukul 23.00 WIB tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, suara ledakan sempat membuat warga sekitar panik.
Ratna, salah seorang warga yang berjualan kopi di dekat lokasi, mengatakan suara ledakan terdengar selama beberapa detik.
“Sangat takut sekali, Mas, saat ada ledakan itu. Brak, begitu bunyinya sekitar tiga detik. Warga sekampung keluar rumah, termasuk saya,” ujarnya.
Menurut Ratna, galian pipa tersebut belum ditutup kembali selama kurang lebih dua pekan.
Setelah kejadian, warga melaporkan peristiwa itu kepada pihak terkait. Petugas dan pekerja kemudian datang ke lokasi untuk melakukan penanganan. Pekerjaan penutupan galian dilanjutkan pada Kamis pagi.
Area yang sebelumnya terbuka kini telah ditutup kembali menggunakan paving. Meski demikian, warga masih merasa khawatir atas kejadian tersebut.
Kanit Polsek Kebomas, Ipda Cipto Suciono, membenarkan peristiwa itu. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kejadian.
“Masih penyelidikan, dan tidak ada korban akibat kejadian tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk melalui Sales and Operation Region III (SOR III) menyatakan, peristiwa tersebut terjadi saat pengujian pipa berbahan polyethylene (PE) menggunakan metode pneumatic test atau pengujian dengan udara.
“Jaringan pipa tersebut belum dialiri gas bumi karena masih dalam tahap konstruksi. Penyebab kejadian masih dalam pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Arief Nurrachman Area Head Surabaya melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 22 Oktober 2026.
Menurutnya, PGN telah melakukan pengamanan dan penanganan di lokasi serta berkoordinasi dengan pihak terkait.
Namun hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. (Huda)

