Karanganyar: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah, dilaporkan kian meluas. Kondisi medan pegunungan yang terjal serta sulitnya akses menuju titik api membuat upaya pemadaman secara manual menjadi tidak maksimal.
Menyikapi situasi darurat tersebut, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, bersama unsur TNI-Polri, BPBD, relawan, dan instansi terkait terus berkoordinasi guna melokalisir sebaran api. Menyadari keterbatasan pemadaman darat, Kapolda kini tengah mengupayakan pengerahan helikopter untuk melakukan pemadaman dari udara dengan metode water bombing.
Irjen Pol Roy menyatakan bahwa pihaknya terus berkomunikasi intensif dengan Markas Besar (Mabes) Polri dan Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI untuk mendatangkan bantuan helikopter milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) yang bersiaga di Semarang.
“Kondisinya untuk naik ke atas itu tidak memungkinkan dengan menggunakan alat-alat apa pun selain alat konvensional. Kami dari kepolisian mencoba berkomunikasi dengan Mabes Polri dan Asops Panglima untuk mendapatkan helikopter yang ada di Semarang, karena alat Polri sendiri pun sangat tidak memadai. Kita berharap dari teman-teman di Penerbad bisa menurunkan heli untuk water bomb,” terang Kapolda dikutip dari Headline News, Metro TV, Minggu 18 Oktober 2026.
Lebih lanjut, Kapolda menegaskan bahwa pengerahan helikopter kemungkinan belum cukup untuk sepenuhnya menjinakkan kebakaran. Oleh karena itu, Polda Jateng bersama wakil bupati setempat juga tengah mematangkan opsi penerapan Teknologi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan.
Secara paralel, kepolisian saat ini terus menjalin koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna mengevaluasi kondisi awan serta analisis teknis sebelum hujan buatan dapat diturunkan di kawasan Gunung Lawu.

