Makassar, metrotvjatim.com – Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, sukses mencatatkan komitmen transaksi sebesar Rp5.693.130.900.000 atau sekitar Rp5,69 triliun. Nilai tersebut terdiri atas penjualan Jawa Timur sebesar Rp4.717.044.900.000 dan pembelian Jawa Timur dari Sulawesi Selatan sebesar Rp976.086.000.000.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang memimpin langsung misi dagang tersebut menyampaikan, produk peternakan menjadi penyumbang komitmen transaksi terbesar, sekitar Rp4,26 triliun, dengan produk yang diperdagangkan meliputi olahan daging unggas, olahan daging ruminansia, susu, daging ruminansia, daging unggas, anak ayam, kambing atau domba, serta pakan ternak.
Selain itu penjualan komoditas Jatim lainnya dalam forum tersebut mencakup makanan dan hasil laut beku, aluminium ekstrusi, tepung gaplek, gula cair, material atap bitumen, produk fesyen, beras, gula kristal putih, benih pertanian, arang putih atau white charcoal, cabai, serta pakan ikan dan udang.
Sementara untuk komoditas yang dibeli Jatim dari Sulawesi Selatan meliputi kayu gergajian dan veneer, arang batok kelapa, ikan tuna, rotan, rempah-rempah, mete, serta cengkeh dan gagang cengkeh. Pertukaran komoditas tersebut menunjukkan peluang dari kedua provinsi untuk saling memenuhi kebutuhan pasar dan bahan baku industri.
“Misi dagang kali ini, hingga pukul 17.00 WITA, tercatat menghasilkan transaksi Rp5,693 Triliun. Dari jumlah itu Jawa Timur menjual Rp4,717 triliun dan Jawa Timur membeli Rp976 miliar. Terima kasih semuanya. Yang kita inginkan adalah bagaimana kita tumbuh bersama berkembang bersama maju bersama dan tentu sejahtera bersama,” ucap Gubernur Khofifah.
“Misi dagang ini menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan dan potensi masing-masing daerah. Kita ingin perdagangan antardaerah semakin kuat, sehingga produk unggulan Jatim maupun Sulawesi Selatan dapat saling mengisi kebutuhan pasar,” imbuhnya.
Hubungan perdagangan Jatim dan Sulawesi Selatan selama ini berjalan dengan baik. Berdasarkan data perdagangan antarwilayah tahun 2024, total nilai perdagangan kedua provinsi mencapai Rp2,24 triliun.
Dari jumlah tersebut, nilai penjualan dari Jatim ke Sulawesi Selatan mencapai Rp1,39 triliun, sedangkan nilai pembelian Jatim dari Sulawesi Selatan sebesar Rp841,05 miliar. Dalam catatan perdagangan tersebut, Jatim membukukan surplus sebesar Rp552,91 miliar.
Khofifah menegaskan bahwa Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis sebagai hub Indonesia Timur. Sementara itu, Jatim membawa semangat Gerbang Baru Nusantara untuk membangun konektivitas yang lebih produktif antara kawasan Indonesia bagian barat dan timur.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Khofifah mendorong penguatan konektivitas logistik antarkedua provinsi. Efisiensi distribusi dan optimalisasi muatan berangkat-pulang dinilai menjadi salah satu kunci untuk menekan biaya logistik sekaligus meningkatkan nilai perdagangan.
“Potensi perdagangan antara Jawa Timur dan Sulawesi Selatan masih sangat besar untuk terus dikembangkan. Karena itu, kita ingin kerja sama ini tidak berhenti pada pertemuan bisnis, tetapi berlanjut menjadi transaksi dan kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi kedua daerah,” katanya.
Khofifah menyebutkan gelaran misi dagang yang dilakukan Pemprov Jatim tidak hanya berorientasi pada nilai transaksi semata, melainkan menjadi instrumen strategis dalam membangun konektivitas ekonomi antarwilayah, memperkuat rantai pasok nasional, dan mendorong tumbuhnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Gubernur Khofifah atas terseleggaranya Misi Dagang dan Investasi di Makassar. Menurutnya, langkah ini menjadi bentuk nyata dukungan Jatim dalam memperkuat hubungan perdagangan antara Jatim dan Sulsel.
Andi juga berharap kerja sama kedua provinsi tidak berhenti pada transaksi dagang, tetapi berlanjut melalui pendampingan dan pertukaran pengalaman dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah.
“Kami sangat mengapresiasi Ibu Gubernur Jawa Timur yang hadir langsung membawa para pelaku usaha. Ini menjadi kesempatan baik untuk memperkuat kerja sama sekaligus membuka peluang perdagangan antara Jatim dan Sulawesi Selatan,” katanya
“Kami berharap Sulawesi Selatan bisa terus dibantu dan dibimbing oleh Jawa Timur. Kita tahu kekuatan ekonomi Jatim sangat tinggi. Karena itu, kami ingin belajar dan membangun kolaborasi agar potensi ekonomi Sulawesi Selatan semakin berkembang,” imbuhnya.
Misi dagang di Makassar merupakan pelaksanaan ke-10 dari rangkaian Misi Dagang Jatim selama 2026. Sejak 2019 hingga 2026, Pemprov Jatim telah melaksanakan 57 kali misi dagang domestik di 29 provinsi, dengan total komitmen transaksi yang tercatat dalam rekap sebelumnya mencapai Rp50,38 triliun.
Selain menggelar misi dagang di dalam negeri, Pemprov Jatim juga memperluas jejaring misi dagang ke sejumlah negara, yakni Timor Leste, Hong Kong, Arab Saudi, Malaysia, Jepang, dan Singapura. (Suy)

