metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
HEADLINE

Pesawat Singapore Airlines Menukik Tajam Ketika Insiden Turbulensi Parah

Redaksi 31 Mei 2024
Share
3 Min Read

Singapura: Temuan awal penyelidikan penerbangan Singapore Airlines yang mengalami turbulensi parah minggu lalu menunjukkan bahwa perubahan gaya gravitasi yang cepat dan penurunan ketinggian 54 meter menyebabkan cedera pada penumpang.

Seorang pria berusia 73 tahun meninggal karena dugaan serangan jantung dan puluhan lainnya terluka, setelah penerbangan SQ321 dari London ke Singapura mengalami turbulensi ekstrem secara tiba-tiba saat terbang di atas Myanmar.

Penerbangan 21 Mei dengan pesawat Boeing 777-300ER membawa 211 penumpang dan 18 awak, dialihkan ke Bangkok untuk pendaratan darurat setelah pesawat diterpa turbulensi yang menghempaskan penumpang dan awak kabin hingga menghempaskan sebagiannya ke langit-langit.

“Pesawat mengalami perubahan G (gaya gravitasi) yang cepat. Hal ini kemungkinan mengakibatkan penumpang yang tidak mengenakan sabuk pengaman dapat mengudara,” kata Kementerian Transportasi Singapura dalam sebuah pernyataan, dikutip dari ABC News, Kamis, 30 April 2024.

Baca Juga:  Pabrik Sepatu di Jombang Terbakar Hebat

“Percepatan vertikal berubah dari negatif 1,5G menjadi positif 1,5G dalam waktu 4 detik. Hal ini kemungkinan mengakibatkan penumpang yang berada di udara terjatuh kembali,” lanjutnya, mengutip informasi yang diambil dari data penerbangan dan perekam suara kokpit.

“Perubahan G yang cepat dalam durasi 4,6 detik mengakibatkan penurunan ketinggian 178 kaki, dari 37.362 kaki menjadi 37.184 kaki. Rangkaian kejadian ini kemungkinan besar menyebabkan cedera pada awak dan penumpang,” tambahnya.

Adegan kacau disertai turbulensi

Penumpang yang terguncang menggambarkan kekacauan yang terjadi beberapa menit setelah kejadian dengan turbulensi yang melemparkan orang-orang ke atas lalu ke lorong sehingga menyebabkan banyak orang mengalami pendarahan dan luka di kepala.

Baca Juga:  Tito Karnavian Tanggapi Soal Gibran Tak Jadi Terima Satyalencana

Foto-foto kabin juga menunjukkan adanya luka di panel kabin di atas kepala, masker oksigen dan panel tergantung di langit-langit, serta bagasi berserakan.

Sementara itu, seorang penumpang mengatakan kepala beberapa orang terbentur lampu di atas kursi dan merusak panel.

Singapore Airlines mengatakan pihaknya mengakui laporan tersebut yang dilakukan oleh tim yang terdiri dari penyelidik Singapura, perwakilan Boeing, dan pejabat keselamatan Amerika Serikat (AS) dan bekerja sama sepenuhnya dalam penyelidikan tersebut.

Pada Selasa malam, maskapai penerbangan tersebut mengatakan 42 orang di dalam pesawat tersebut masih berada di Bangkok, termasuk 26 penumpang yang menerima perawatan medis di rumah sakit.

Menurut pejabat medis Thailand, awalnya mereka yang dirawat di rumah sakit adalah pasien dengan cedera tulang belakang serta beberapa lainnya mengalami cedera otak dan tengkorak.

Baca Juga:  Imigrasi Kelas 1 Tanjung Perak Deportasi Sebanyak 36 WNA Sepanjang Tahun 2024

Laporan awal mengatakan bahwa saat penerbangan mengalami sedikit getaran, terjadi peningkatan ketinggian tanpa perintah yang mengakibatkan autopilot menjatuhkan pesawat ke bawah.

Pilot mengalami peningkatan kecepatan udara dan meresponsnya dengan menerapkan rem kecepatan.

“Saat mengatur kecepatan udara, terdengar seorang pilot berteriak sebagai tanda kencangkan sabuk pengaman telah dinyalakan,” katanya.

Di sisi lain, Greater Bay Airlines asal Hong Kong mengatakan pihaknya akan mewajibkan penumpang untuk mengencangkan sabuk pengaman mereka setiap saat selama penerbangan, bahkan ketika tanda sabuk pengaman dimatikan mulai hari Kamis.

Pihak perusahaan mengatakan hal itu bukan merupakan persyaratan wajib, melainkan tindakan pencegahan demi keselamatan penumpang. (Theresia Vania Somawidjaja)

SHARE NOW
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

Wagub Jatim Pantau Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca, Mampu Kurangi Potensi Resiko Bencana Hidrometeorologi
20 Maret 2026
Pastikan Pasokan BBM Aman di Jalur Mudik di Pantura, Kapolres Gresik Sidak Sejumlah SPBU
18 Maret 2026
Banjir Bandang Terjang Tretes dan Lembah Pandawa, Akses Wisata Lumpuh
Banjir Bandang Terjang Tretes dan Lembah Pandawa, Akses Wisata Lumpuh
18 Maret 2026
Minibus Terbakar Saat Hendak Jemput Pemudik di Nganjuk, Api Diduga Berasal dari Mesin
Minibus Terbakar Saat Hendak Jemput Pemudik di Nganjuk, Api Diduga Berasal dari Mesin
18 Maret 2026
Kecelakaan Beruntun di Jalur Mudik Sidoarjo, Truk Box Tabrak Dua Mobil
Kecelakaan Beruntun di Jalur Mudik Sidoarjo, Truk Box Tabrak Dua Mobil
18 Maret 2026

MOST POPULAR

HEADLINE

1,14 Juta Kendaraan Diprediksi Melintas di Tol Jombang–Mojokerto

NASIONAL

Anggota DPR RI Fraksi NasDem Bagikan Bingkisan Lebaran untuk Pengemudi Ojol di Gresik

HEADLINE

Gubernur Khofifah Lepas Keberangkatan Pemudik Dari Pelabuhan Jangkar Menuju Pulau Ra’as Dan Sapudi

Menteri Lingkungan Hidup Tinjau Terminal Kertonegoro, Nyatakan Ngawi Kota Kotor
HEADLINE

Menteri Lingkungan Hidup Tinjau Terminal Kertonegoro, Nyatakan Ngawi Kota Kotor

LAINNYA

Wagub Jatim Pantau Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca, Mampu Kurangi Potensi Resiko Bencana Hidrometeorologi

20 Maret 2026

Pastikan Pasokan BBM Aman di Jalur Mudik di Pantura, Kapolres Gresik Sidak Sejumlah SPBU

18 Maret 2026
Banjir Bandang Terjang Tretes dan Lembah Pandawa, Akses Wisata Lumpuh

Banjir Bandang Terjang Tretes dan Lembah Pandawa, Akses Wisata Lumpuh

18 Maret 2026
Minibus Terbakar Saat Hendak Jemput Pemudik di Nganjuk, Api Diduga Berasal dari Mesin

Minibus Terbakar Saat Hendak Jemput Pemudik di Nganjuk, Api Diduga Berasal dari Mesin

18 Maret 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?