Kabupaten Blitar, Metrotvjatim.com – Situasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Kawi–Gunung Butak kian mengkhawatirkan. Kobaran api yang terus meluas kini telah menjangkau kawasan Pos 2 jalur pendakian, tepat di atas Perkebunan Teh Sirahkencong, Desa Ngadirengo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Menyikapi hal tersebut, sebanyak 150 personel gabungan dikerahkan sore ini untuk menahan laju api sekaligus mencegahnya merambat ke area pemukiman dan lahan produktif warga.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Blitar, AKP Sony Suhartanto, membenarkan pengerahan kekuatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kebakaran yang terjadi sejak sepekan lalu kini semakin meluas dan mengarah langsung ke kawasan yang rawan.
“Kami menyiagakan 150 personel gabungan untuk mengatasi Karhutla. Ratusan personel akan diterjunkan untuk mengantisipasi meluasnya api ke Perkebunan Sirahkencong,” ujar AKP Sony Suhartanto, Selasa (15/9/2026).
Api kini sudah masuk hingga Pos 2 jalur pendakian, berada di ketinggian yang mengarah ke perkebunan teh milik warga. Jika tidak segera ditahan, kekhawatiran akan terjadinya perluasan ke area perkebunan dan pemukiman menjadi sangat nyata.
Kondisi di lapangan dinilai semakin sulit. Jumlah titik api terus bertambah dan menyebar ke berbagai arah. Hal ini diperparah oleh hembusan angin kencang yang kerap berubah arah, sehingga api dapat menjalar dengan cepat ke area hutan yang lebih luas.
“Titik api terus bertambah. Namun untuk mengantisipasi, petugas memadamkan dengan alat seadanya karena medan yang sulit dan banyak jurang,” tegas Sony.
Kawasan pegunungan memiliki kontur yang curam, licin, serta banyak tebing dan jurang. Hal ini membuat petugas sulit menjangkau titik-titik api secara langsung. Belum ada bantuan dari udara yang dapat dilakukan karena cuaca yang tidak bersahabat, sehingga seluruh upaya pemadaman saat ini bertumpu pada kekuatan tenaga manusia di darat dengan peralatan yang terbatas.
Prioritas utama tim saat ini adalah membentuk benteng pertahanan agar kobaran api tidak turun ke arah Perkebunan Sirahkencong dan pemukiman warga di Desa Ngadirengo. Seluruh personel yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, serta relawan kini ditempatkan di titik-titik strategis untuk melakukan pengawasan sekaligus pemadaman langsung.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun yang dapat memicu kebakaran baru di kawasan hutan. Jalur pendakian Gunung Kawi–Gunung Butak melalui pintu masuk Sirahkencong tetap ditutup demi keselamatan. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan arah angin dan perluasan asap.
Hingga saat ini, tim gabungan terus berjuang di lokasi meski dihadapkan pada keterbatasan medan dan cuaca. Perkembangan situasi akan terus dipantau dan diinformasikan kepada masyarakat secara berkala. (Aga)

