Kabupaten Blitar, Metrotvjatim.com – Jalan Nasional yang menghubungkan Malang dan Blitar lumpuh total pada Jumat, setelah sebuah truk bermuatan tebu terguling dan melintang menutup seluruh badan jalan di Desa Banjarsari, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar. Kecelakaan tunggal ini memicu kemacetan luar biasa yang tidak hanya melanda jalur utama, melainkan juga menyebar hingga ke seluruh jalur alternatif dan jalan desa di sekitarnya.
Kondisi kepadatan lalu lintas terpantau membentang jauh hingga wilayah perbatasan Malang, menyebabkan ribuan pengendara terjebak berjam-jam di tengah perjalanan.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian, peristiwa bermula saat truk pengangkut tebu melaju dari arah Malang menuju Blitar. Saat memasuki wilayah Desa Banjarsari, sistem pengereman kendaraan tiba-tiba mengalami kegagalan atau rem blong. Di tengah jalan yang menurun dan berkelok, sopir kehilangan kendali atas kemudi. Kendaraan berbelok tajam, berguling ke samping, dan akhirnya terbaring melintang tepat di tengah jalan raya, menutup sepenuhnya akses dua arah.
Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Saiful Muheni, membenarkan rincian kejadian tersebut kepada awak media.
“Kejadian bermula dari rem blong. Truk tidak bisa dihentikan, hilang kendali, lalu terguling dan menutup seluruh badan jalan. Tidak ada kendaraan yang bisa lewat, baik arah Malang maupun arah Blitar,” jelas Aiptu Muheni.
Akibat penutupan total jalur nasional, arus kendaraan yang padat terhenti seketika. Kemacetan tidak hanya menumpuk di lokasi kejadian, melainkan merambat ke segala arah. Jalan-jalan alternatif yang biasanya menjadi pilihan pengendara saat jalur utama padat, kini ikut tak tertahankan. Jalan-jalan desa yang sempit tidak mampu menampung lonjakan volume kendaraan, sehingga kepadatan justru meluas dan memperlambat perjalanan warga setempat.
Para pengendara terjebak berjam-jam tanpa kepastian kapan jalan bisa dibuka. Kendaraan pribadi, sepeda motor, bus antarkota, hingga kendaraan pengangkut kebutuhan pokok semuanya tertahan.
Kendaraan berat berupa derek dan alat pemindah baru tiba di lokasi sekitar lima jam pasca kejadian. Selama jeda tersebut, petugas kepolisian di lapangan mengatur arus, mengarahkan kendaraan yang berbalik arah, serta berkoordinasi untuk mempercepat kedatangan tim evakuasi.
Begitu tiba, tim langsung bekerja memindahkan muatan tebu yang terserak, menegakkan kembali badan truk, dan menyingkirkannya dari jalur. Setelah proses pembersihan selesai, jalan Malang–Blitar mulai bisa dilalui kembali dengan sistem buka-tutup yang dipantau langsung petugas lalu lintas di lokasi.
“Saat ini jalur sudah bisa dilewati, namun pengaturan buka-tutup masih diberlakukan demi keselamatan. Kendaraan dipandu bergantian melewati lokasi yang sempat tertutup,” tambah Muheni.
Hingga kini tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dari kejadian ini. Namun, peristiwa ini menjadi peringatan penting, mengingat rute Selorejo dikenal memiliki banyak turunan tajam dan tikungan. Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengemudi kendaraan berat untuk memeriksa secara menyeluruh kelayakan rem, ban, dan kondisi mesin sebelum berangkat.
“Kami mengingatkan kembali kepada seluruh sopir truk, terutama yang membawa muatan penuh, untuk tidak mengabaikan pemeriksaan kendaraan. Jalan di wilayah Selorejo banyak turunan panjang, sehingga kondisi pengereman sangat menentukan keselamatan,” tegas Aiptu Muheni.
Sementata untuk saat ini arus lalu lintas perlahan mulai kembali normal menjelang sore hari, meskipun sisa-sisa kepadatan masih terlihat di beberapa titik.(Aga)

