Gresik : Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik melepas ratusan warga Pulau Bawean yang mengikuti program mudik gratis dari Kementerian Perhubungan. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, di Pelabuhan Gresik pada Jumat, 13 Maret 2026.
Program mudik gratis ini diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Hubla sebagai bentuk kehadiran pemerintah pada momentum Idul Fitri 1447 H untuk membantu mobilitas warga pulau Bawean.
Kegiatan pemberangkatan dimulai sejak pukul 05.00 WIB dengan pemeriksaan identitas dan penerbitan boarding pass bagi calon penumpang. Secara simbolis pelepasan dilakukan oleh KSOP Kelas II Gresik bersama Dinas Perhubungan Gresik, Polsek Kawasan, Pelabuhan, Pelindo, serta pihak operator dan insan maritim lainnya.
Kepala KSOP Kelas II Gresik, Capt Herbert EP Marpaung, menyampaikan pesan keselamatan kepada pihak operator, penumpang, dan petugas pengawasan.
Capt Herbert mengatakan, program mudik gratis ini, sebagai wujud kontribusi pemerintah dalam suasana arus mudik dan mengingatkan pentingnya keselamatan perjalanan.
“Ini bagian dari kontribusi untuk kebahagiaan bersama saat musim arus mudik,” ujarnya usai pemberangkatan mudik gratis, Jumat, 13 Maret 2026.
KSOP menegaskan agar operator tidak melanggar peraturan dengan melebihi muatan sehingga tetap mengutamakan keselamatan penumpang. Menurut pengelola pelayaran, pada pelayaran hari ini tercatat sebanyak 176 penumpang, termasuk 5 anak, dari kapasitas total 250 kursi. Catatan administrasi menunjukkan 195 orang tercatat melakukan cek in, terdapat 24 orang yang sudah cek in namun tidak naik kapal sementara terdapat 55 pemesanan teridentifikasi fiktif.
Kepala Cabang Gresik PT Pelayaran Sakti Inti Makmur Express Bahari, Revan Syah Putra, menyebut beberapa calon penumpang memesan lebih dari satu tiket sehingga berdampak pada penggunaan tiket.
“Biasanya dia (calon penumpang) pesan double, dan kebanyakan fiktif,” terang Revan.
Pantauan di lapangan menunjukkan penumpang berasal dari berbagai latar belakang seperti pekerja, mahasiswa, santri, dan perantau. Salah satu penerima tiket, Ahmad Zarnuji (25), menyampaikan rasa syukurnya meski sempat mengalami kendala saat mengakses aplikasi pemesanan.
“Alhamdulillah bisa dapat tiket gratis, karena membutuhkan usaha lebih untuk mendapatkannya. Ada kendala saat masuk aplikasi,” tuturnya.
Tidak semua calon penumpang berhasil berangkat, tampak puluhan warga termasuk sekitar 20 pelajar tidak dapat naik kapal karena masalah kecocokan identitas dengan tiket atau pemesanan yang ditolak oleh sistem aplikasi.

