metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
HEADLINE

Kembali ke Akar: Qanun Asasi dan Warna Kewirausahaan NU Abad Kedua

metrotv 30 Agustus 2026
Share
4 Min Read

Jombang, Metrotvjatim.com- Muktamar ke-35 NU secara resmi mengubah mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU. Muktamirin memilih Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dengan 401 suara banding 150 untuk pemilihan langsung, sebagaimana diberitakan sejumlah media nasional. Keputusan ini disusul disepakatinya Pasal 7 Tata Tertib Pemilihan Ketua Umum dan Rais Aam, termasuk persyaratan iddah politik satu tahun dari partai politik, sehingga sejumlah calon praktis tidak memenuhi syarat.

Keputusan iddah politik ini sejalan dengan aspirasi mayoritas warga NU. Survei Parameter Politik Indonesia pada 20 Juli hingga 3 Agustus 2026 terhadap 1.200 responden di 38 provinsi menunjukkan 65,8 persen warga NU setuju organisasi menjauh dari politik elektoral, dan 76,1 persen berharap PBNU fokus mengurus umat dan agama.

Penjaringan calon AHWA saat ini tengah berlangsung dengan lebih dari 21 nama kiai dan ulama yang dihitung suaranya. Di tengah proses tersebut, peta bursa calon ketua umum mengerucut pada dua nama, Gus Kikin dan Gus Yahya, sementara lima calon sepakat pemilihan dilakukan melalui AHWA.

Baca Juga:  Naik Dua Kali Lipat, Permintaan Plastik Turun 75 Persen

Dukungan terhadap Gus Kikin datang dari tuan rumah Muktamar. Ketua PCNU Kabupaten Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadzik, menilai Gus Kikin sosok ideal memimpin PBNU. “Gus Kikin ini zuriah muassis, cicit Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Darahnya sudah tidak diragukan lagi. Beliau juga pengusaha, sudah mentas dengan dirinya, insyaallah enggak golek urip nang NU, bisa nguripi,” ujarnya.

“Selama menjadi Ketua PWNU Jawa Timur, kepemimpinan beliau teduh dan adem. Beliau pernah menjadi salah satu ketua di PBNU, wakil ketua di PWNU, dan tidak pernah punya masalah dengan organisasi. PWNU Jawa Timur resmi mengusung beliau dengan amanah 45 PCNU se-Jawa Timur, maka PCNU Jombang sami’na wa atho’na, kami sepakat mengusung beliau,” lanjutnya.

Baca Juga:  Buka Muktamar 35, Prabowo Minta Kartu Anggota NU

Penilaian serupa disampaikan Wakil Rais PWNU Jawa Timur, KH Abdul Matin Djawahir, yang menilai Gus Kikin sebagai “sosok yang teduh, tidak gaduh, dan mementingkan ukhuwah.”

Kebangkitan figur kewirausahaan dalam bursa ini bukan tanpa preseden. KH Hasan Gipo, saudagar Surabaya, tercatat sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU pertama. Bahkan Gus Fahmi sejak April lalu pernah menyampaikan bahwa calon ketua umum tidak harus dari kalangan kiai dan menyoroti sosok Hasan Gipo, serta berharap ketua umum dari kalangan pengusaha. Warna manajerial dan entrepreneurship seperti memutar jarum jam sejarah NU.

Baca Juga:  Puluhan Santri di Jombang Diduga Keracunan Usai Buka Puasa Bersama

Warna kewirausahaan itu sejalan dengan gagasan ekonomi Gus Kikin yang menawarkan konsolidasi ekonomi warga NU, dari kekuatan pasar nahdliyin hingga ekonomi digital, dengan semangat bahwa UMKM bukan sekadar usaha, tetapi perjuangan hidup warga. Ini menjadi kesempatan NU untuk melakukan inventarisasi dan optimalisasi aset serta digitalisasi organisasi, sebagaimana semangat Qanun Asasi yang dihidupkan kembali.

Gus Kikin sendiri selama ini konsisten menegaskan, “ini amanah, bukan niat pribadi. Bila memang ditugaskan, insyaallah saya siap,” dan baru-baru ini menyampaikan, “saya selalu optimistis,” seraya menyerukan NU tetap rukun.

Sebagaimana dawuh Gus Sholah yang diingat Gus Fahmi, jangan biarkan air mata muassis ini menetes karena ulah kita. Kedaulatan tetap di tangan muktamirin dan para ulama AHWA. Wallahu a’lam bish showab.

SHARE NOW
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

Kekeringan, Warga Dusun Marang, Desa Larangan Barma, Kabupaten Sumenep Mendapatkan Bantuan Air Bersih Dari Gubernur Khofifah.
15 Oktober 2026
Tempat Pengolahan Tahu di Tropodo Ludes Terbakar
14 Oktober 2026
Bos Ziarah Hati Terlapor Kekerasan Seksual dan Aborsi Bantah Pemberitaan di Media
14 Oktober 2026
DC Pinjol Pemeras Perempuan asal Gresik Ditangkap di Lampung
14 Oktober 2026
Investor dan PT SBI Sepakat Berdamai, Laporan Polisi dan Perkara Arbitrase Dicabut
14 Oktober 2026

MOST POPULAR

PENDIDIKAN

UMM Jadi Tuan Rumah iLeague BRI Goes to Campus, Olah Ragam Profesi Dibidang Sepakbola

HEADLINE

WN Jepang Overstay Dideportasi, Terungkap saat Perpanjang Izin

HEADLINE

Polres Malang Salurkan 35 Ribu Liter Air Bersih Disejumlah Titik Wilayah Kekeringan

HEADLINE

Hari Kesehatan Dunia, IJTI Malang Raya Gandeng Pemkot Malang gelar Pound With View Vol.2

LAINNYA

Kekeringan, Warga Dusun Marang, Desa Larangan Barma, Kabupaten Sumenep Mendapatkan Bantuan Air Bersih Dari Gubernur Khofifah.

15 Oktober 2026

DC Pinjol Pemeras Perempuan asal Gresik Ditangkap di Lampung

14 Oktober 2026

Mantan Kadis ESDM Jatim Didakwa Terima Rp4,09 Miliar Hasil Pungli Perizinan

14 Oktober 2026

Polda Jatim Gerebek Kampung Narkoba, Pos Pengawasan Permanen Akan Dibentuk

14 Oktober 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?