Berau, Metrotvjatim.com- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Jumlah pasien dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Puskesmas Tanjung Redeb tercatat melonjak selama kondisi tersebut.
Jumlah pasien dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Puskesmas Tanjung Redeb tercatat melonjak selama kondisi tersebut.
Dokter Umum Puskesmas Tanjung Redeb, dr. Nina Damayanti, mengatakan terjadi peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan gangguan pernapasan selama karhutla melanda Berau.
“Selama kondisi kabut asap akibat karhutla ini, memang kami melihat adanya peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan ISPA. Kalau sebelumnya sekitar 126 pasien, sekarang sudah mencapai 324 pasien. Jadi peningkatannya cukup signifikan, dan yang banyak kami tangani itu anak-anak serta lansia,” ujar Nina, di Berau, Senin, 24 Agustus 2026.
Berdasarkan pantauan Metro TV, aktivitas pelayanan kesehatan terlihat cukup padat di Puskesmas Tanjung Redeb. Sejumlah warga datang memeriksakan kondisi kesehatan di tengah kualitas udara yang menurun akibat paparan asap karhutla.
Kelompok rentan, terutama anak-anak dan lansia, menjadi pasien yang paling banyak mengalami keluhan gangguan pernapasan. Pihak Puskesmas memprediksi jumlah pasien ISPA masih berpotensi meningkat apabila kualitas udara terus memburuk akibat paparan asap karhutla.
“Kami mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara sedang tidak baik. Kalau memang harus keluar, sebaiknya menggunakan masker,” kata Nina.
Meski terjadi peningkatan jumlah pasien, Puskesmas Tanjung Redeb memastikan kebutuhan penanganan medis masih dapat terpenuhi. Ketersediaan obat-obatan dan oksigen hingga saat ini masih dalam kondisi aman untuk mendukung pelayanan kepada pasien.
“Kami juga memastikan untuk obat-obatan dan oksigen sampai saat ini masih tersedia untuk kebutuhan pelayanan pasien,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, warga mulai dilanda kecemasan akibat kualitas udara yang kurang baik. Masyarakat berharap karhutla yang menyebabkan kabut asap dapat segera ditangani sehingga kondisi udara kembali membaik.
Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, masyarakat diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama saat kondisi udara dipenuhi asap. Warga juga dianjurkan menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin.
Masyarakat yang mengalami keluhan gangguan pernapasan diminta segera memeriksakan diri ke Puskesmas, klinik, atau fasilitas kesehatan terdekat. Langkah tersebut penting, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, untuk mencegah gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap karhutla semakin parah.

