Jakarta: Memasuki hari ketiga, operasi Search and Rescue (SAR) terhadap jurnalis dan awak kapal yang masih dalam pencarian di perairan Selat Sunda, Banten, terus diperkuat. Polri bersama Basarnas dan seluruh unsur SAR mengerahkan kekuatan untuk memperluas penyisiran dan menemukan delapan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Sejak pagi, personel kembali menyisir wilayah laut yang telah dibagi ke dalam sejumlah zona. Sedikitnya 59 personel Polri dilibatkan dalam operasi hari ketiga. Kekuatan tersebut dipimpin langsung oleh Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto, yang juga berada di tengah laut menggunakan KP Sanjaya-7017 untuk menyatukan proses pencarian.
Di darat, Subditgakkum Ditpolairud Polda Banten juga melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan dan memverifikasi informasi mengenai rangkaian peristiwa sebelum kapal hilang kontak.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pencarian dan penyelidikan berjalan beriringan dalam penanganan peristiwa tersebut.
“Prioritas kami adalah menemukan jurnalis dan awak kapal yang masih dalam pencarian. Karena itu, kekuatan SAR terus kami perkuat. Bersamaan dengan itu, penyelidikan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa dapat diketahui berdasarkan fakta. Di laut kami mencari dan berupaya menyelamatkan, di darat kami mengumpulkan serta memverifikasi setiap informasi,” ujar Trunoyodo.
Pencarian Diperluas hingga 2.483 NM²
Pada hari ketiga, wilayah operasi dibagi menjadi enam zona pencarian dengan total luas mencapai 2.483 nautical mile square (NM²).
KP Sanjaya-7017 kembali melakukan penyisiran pada sektor yang telah ditentukan, sementara personel Polri juga memperkuat KN SAR Tetuka milik Basarnas.
Pembagian zona dilakukan agar pencarian wilayah yang luas dapat disisir secara sistematis dan terarah. Dalam menentukan pola pencarian, tim mempertimbangkan posisi terakhir kapal, arah angin, arus, gelombang, kondisi cuaca serta perkembangan informasi di lapangan.
Setiap tanda dan informasi yang ditemukan menjadi perhatian waktu untuk ditindaklanjuti.
“Kami terus memperluas dan mengoptimalkan pencarian. Setiap informasi sekecil apa pun akan diperhatikan karena dapat menjadi petunjuk penting bagi tim di lapangan,” kata Trunoyodo.
Polri Hadir Langsung di Tengah Operasi
KP Sanjaya-7017 telah terlibat dalam operasi sejak hari kedua dan kembali bergerak pada hari ketiga. Pada Kamis pagi, personel melakukan pengarahan sebelum bergerak menuju wilayah perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto juga berada di kapal tersebut bersama personel untuk memastikan pelaksanaan pencarian berjalan sesuai rencana.
Polri juga memperkuat KN SAR Tetuka milik Basarnas dengan menempatkan personel Ditpolairud Polda Banten.
Kehadiran personel Polri pada berbagai elemen operasi menjadi bagian dari upaya memastikan pencarian dilakukan secara maksimal dan terpadu.
Lebih dari 280 Personil Bersatu dalam Pencarian
Operasi hari ketiga melibatkan lebih dari 280 personel gabungan dari Polri, Basarnas, TNI, Bakamla, KSOP, BPBD, potensi SAR, nelayan, masyarakat dan berbagai pihak terkait lainnya.
Berbagai sarana pencarian dan pendukung juga digunakan untuk memperluas jangkauan operasi.
“Ini adalah kerja bersama. Polri, Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat memiliki tujuan yang sama, yaitu menemukan mereka yang masih dalam pencarian dan memberikan kepastian kepada keluarga,” ujar Trunoyodo.
Penyelidikan di Darat Berjalan untuk menata ulang Peristiwa
Sementara pencarian berlangsung di laut, Subditgakkum Ditpolairud Polda Banten terus melakukan penyelidikan.
Pada Rabu, 9 September 2026 malam, penyidik telah meminta keterangan dari empat pihak terkait dengan kapal, yakni pemilik kapal, dua pekerja galangan kapal serta pihak yang terkait dengan proses docking atau perbaikan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi selengkap mungkin mengenai kondisi kapal dan rangkaian peristiwa sebelum hilang kontak.
Informasi yang diperoleh akan dijalankan dan didalami bersama informasi lainnya. Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung.
“Penyelidikan ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa dapat diketahui secara utuh. Kami tidak berspekulasi dan tidak mendahului kesimpulan. Semua informasi akan kami verifikasi berdasarkan fakta yang ditemukan,” jelas Trunoyodo.
Keselamatan dan Kepastian Menjadi Perhatian
Polri memahami bahwa operasi ini bukan hanya tentang pencarian di wilayah laut yang luas, tetapi juga tentang harapan keluarga yang menunggu kabar.
Oleh karena itu, pencarian terus dilakukan secara maksimal, sementara penjelajahan berjalan untuk memastikan terjadinya peristiwa dilakukan secara menyeluruh.
“Kami memahami apa yang dirasakan keluarga. Mereka membutuhkan kepastian. Oleh karena itu, kami akan terus melakukan pencarian dengan seluruh kemampuan yang ada, sekaligus memastikan setiap informasi mengenai kejadian ini ditangani secara serius,” pungkas Trunoyodo.
Polri mengimbau masyarakat dan nelayan yang memiliki informasi mengenai keberadaan jurnalis dan awak kapal tersebut agar segera menyampaikannya kepada Basarnas, Polri atau aparat yang berwenang.
Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan pencarian secara mandiri, terutama memasuki wilayah operasi atau perairan sekitar Gunung Anak Krakatau tanpa koordinasi dengan petugas SAR.

