metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Inovasi
  • Live metro tvLive metro tvLive metro tv
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Inovasi
  • Live metro tv
Search
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hankam
  • Inovasi
  • Video
  • Indeks
  • Link Terkait
    • Live metro tv
    • About
    • Contact Us
    • Privacy Policy
    • Terms And Condition
    • Cyber Media Guidelines
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
LIVE TV
HEADLINE

BPBD Lumajang: Getaran Banjir Lahar Semeru Tak Ganggu Aktivitas Warga

Rudi Pardosi 31 Oktober 2026
Share
3 Min Read
Visual Gunung Semeru tertutup kabut yang terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Sabtu 31 Okyober 2026. (ANTARA/HO-PVMBG)

Lumajang, Metrotvjatim.com- Getaran banjir lahar hujan Gunung Semeru yang berlangsung hampir empat jam pada Jumat malam, 30 Oktober 2026, tidak menghambat aktivitas masyarakat di kawasan lereng gunung tersebut. Namun, peningkatan debit air berdampak pada pembangunan sabo dam di Curah Kobokan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho mengatakan aktivitas warga masih berjalan normal meski terjadi peningkatan aliran air di sejumlah sungai yang berhulu di Gunung Semeru.

“Aktivitas masyarakat lancar, namun pembangunan sabo dam Curah Kobokan terganggu akibat debit air meningkat,” katanya saat dihubungi per telepon di Lumajang, Jawa Timur, seperti dilansir Antara, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Berdasarkan hasil pengamatan aktivitas Gunung Semeru selama 24 jam pada Jumat, 30 Oktober 2026, tercatat satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 50 milimeter dan durasi 13.524 detik atau hampir empat jam. Hujan deras yang mengguyur kawasan gunung tersebut turut meningkatkan debit air di sejumlah daerah aliran sungai (DAS) yang bersumber dari puncak Semeru.

Baca Juga:  Jokowi : Tak Ada Pembahasan Spesifik Program Makan Siang Gratis di Sidang Kabinet

Isnugroho menyampaikan petugas terus memantau aktivitas Gunung Semeru. Informasi mengenai getaran banjir lahar dan tingginya curah hujan akan diteruskan kepada masyarakat sebagai peringatan agar lebih waspada, terutama bagi warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar bantaran sungai.

“Petugas selalu memantau aktivitas Gunung Semeru. Ketika terekam getaran banjir lahar Semeru dengan intensitas curah hujan tinggi, maka informasi tersebut akan diteruskan kepada masyarakat dan diimbau untuk berhati-hati, terutama yang berada di sekitar bantaran sungai,” katanya.

Selain getaran banjir, aktivitas vulkanik Semeru selama periode pengamatan yang sama mencatat 88 kali gempa letusan atau erupsi, dua kali gempa harmonik, delapan kali gempa guguran, empat kali gempa tektonik jauh, serta 10 kali gempa embusan.

Baca Juga:  Erupsi Anak Krakatau, Singapore Airlines Batalkan 19 Penerbangan ke Jakarta

Isnugroho menjelaskan Gunung Semeru masih berstatus aktivitas vulkanik Level III atau Siaga. Sehubungan dengan status tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat.

Warga diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Baca Juga:  Jadwal Liga 1 Hari Ini Persik Jumpa Barito Putera, PSM Ditantang Persebaya

“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.

Masyarakat juga diminta mewaspadai ancaman awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Semeru. Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang menjadi anak aliran Besuk Kobokan.

SHARE NOW
TAGGED: Banjir Lahar, BPBD Lumajang, Gunung Semeru
Ad imageAd image

LATEST ARTICLE

Subsidi Listrik Bakal Diubah Jadi Transfer Tunai, Ini Rencananya
31 Oktober 2026
Pembalut Wanita Dikenakan PPN 11%, Begini Aturannya
31 Oktober 2026
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi
31 Oktober 2026
Polisi Bubarkan Arena Sabung Ayam Liar di Samping Kantor BPJS
31 Oktober 2026
Letkol Inf Galih Candra Buana Jabat Dandim 0830/ Surabaya
31 Oktober 2026

MOST POPULAR

HUKUM

Tembak Mati Dua Landak Jawa, Pemburu Liar di Malang Ditangkap

HUKUM

Polres Malang Ungkap 273 Kasus Jerat Ratusan Pelaku Kejahatan Selama Operasi Sikat Semeru

HUKUM

Diduga Libatkan Mafia Tanah, Direktur PT BS Dilaporkan ke Polda Jatim

HUKUM

Operasi Patuh Semeru, Polres Malang Ajak Ojol Sebarkan Pesan Keselamatan

LAINNYA

Subsidi Listrik Bakal Diubah Jadi Transfer Tunai, Ini Rencananya

31 Oktober 2026

Pembalut Wanita Dikenakan PPN 11%, Begini Aturannya

31 Oktober 2026

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi

31 Oktober 2026

Polres Pasuruan Tangkap 4 Tersangka Kasus Beras SPHP Oplosan

31 Oktober 2026
metrotvjatim.commetrotvjatim.com
Follow US
© Copyright 2024. All Rights Reserved
  • About
  • Contact Us
  • Terms And Condition
  • Privacy Policy
  • Cyber Media Guidelines
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?