Jakarta: Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto menyebut abu vulkanik telah menyebar hingga Jakarta, Banten, dan Lampung.
Suharyanto mengatakan Gunung Anak Krakatau berada di sekitar wilayah tiga kabupaten yang mencakup 15 kecamatan. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Tanggamus.
“Gunung Anak Krakatau ini ada di tiga kabupaten dan 15 kecamatan, yaitu yang pertama Kabupaten Lampung Selatan itu di Kecamatan Punduh Pedada, Kecamatan Rajabasa, Kecamatan Kalianda, Kecamatan Ketapang, Kecamatan Bakauheni, Kecamatan Sidomulyo, dan Kecamatan Katibung,” kata Suharyanto.
Sementara di Kabupaten Pandeglang, wilayah yang masuk cakupan terdampak meliputi Kecamatan Carita, Labuan, Panimbang, dan Jiput. Adapun di Kabupaten Tanggamus mencakup Kecamatan Pematang Sawa, Cukuh Balak, Semaka, dan Kota Agung.
Nihil Korban Jiwa
BNPB telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terkait untuk memantau kondisi pascaerupsi. Dari laporan sementara, belum ada korban jiwa akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Tadi kami sudah melakukan video conference dengan para Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Semua melaporkan bahwa tidak ada korban jiwa,” ujar Suharyanto.
Meski demikian, pendataan terhadap dampak fisik dan kemungkinan kerusakan masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah.
“Sementara yang dilaporkan dampak secara fisik untuk kerusakan ini terus masih dilakukan pendataan,” ucapnya.
Suharyanto menambahkan, sebaran abu vulkanik juga telah mencapai sejumlah wilayah yang lebih luas. Berdasarkan laporan yang diterima BNPB, Jakarta, Banten, dan Lampung turut terpapar abu vulkanik.
“Memang di Provinsi Jakarta, DKI Jakarta, Banten, dan Lampung ini semuanya terpapar abu vulkanik yang tadi sudah dijelaskan oleh Bapak Kepala BMKG,” jelas Suharyanto.

